Selasa, 12 Mei 2015

Menimba ilmu dari owner honeymoonbackpacker.com

Setiap orang yang suka tantangan pasti akan senang menjelajah tempat-tempat baru, bahkan tempat terasing sekalipun. bagi seorang Traveller, apapun akan dilakukan untuk bisa melakukan travelling menjelajah setiap sudut belahan bumi dengan segala keunikan yang dimiliki. Teman-teman sebagian besar juga sudah tau apa yang dinamakan backpacker kan? Yup istilah yang asal muasalnya berasal dari tas Punggung berukuran besar yang biasa digunakan oleh pendaki gunung. Fungsi backpacker saat ini tidak sebatas untuk naik gunung semata, namun digunakan juga oleh para traveller untuk menjelajah setiap sudut dunia ini. Traveller yang menggunakan backpacker saat ini di_identikkan dengan para traveller biaya ekonomis. bahkan saat ini terdapat komunitas backpacker yang saling menjalin komunikasi melalui media sosial untuk saling berbagi pengalaman perjalanan yang sudah dilalui maupun berbagi informasi harga ticket, tempat penginapan yang rekomended buat backpacker maupun lokasi wisata yang wajib dikunjungi oleh backpacker setiap sudut dunia. bahkan ada backpacker yang menginap dirumah sesama backpacker saat datang di suatu daerah.
Kemaren sore (Senin, 11 Mei 2015) menjadi momentum yang istimewa bagi saya dan teman-teman Rumah Baca Komunitas (RBK), karena kedatangan tamu agung, pasangan suami istri yang suka jalan-jalan sekaligus menuangkan pengalaman setiap langkah perjalannya di setiap ujung dunia ini dengan menuliskan dalam blog honeymoonbackpacker. Yup Beliau adalah Kak Fatimah Zahra (Imazahra) dan kang Risyan Nurhakim. Seorang backpacker yang selalu melakukan perjalanan berdua.
Pengalaman Perjalanan keliling dunia (yang tidak kurang dari 32 negara telah dikunjungi) diceritakan secara mendetail dan penuh dengan bumbu-bumbu dinamika yang dialaminya, dari yang terdampar di kota mati di tengah padang pasir sampai perkenalan dengan seorang bapak tua dengan diawali dengan menayakan halte, sampai akhirnya diminta menginap untuk beberapa malam dirumah keluarga kecil nya setelah tau bahwa kak Risyan seorang hafidz.
"Kunci utama untuk bisa keliling dunia adalah kemauan yang kuat. kemauan yang ada harus didukung oleh penguasaan bahasa asing untuk memudahkan berkomunikasi dengan masyarakat lolak di negara yang dikunjungi" ujar kak Ima. Setiap mengunjungi negara baru, Kak Ima dan kang Risyan selalu mencoba mengenal masyarakat lokal dan belajar budaya mereka. Dengan bermodalkan Salam & Senyum, sebagai pintu pembuka komunikasi masyarakat lokal. Masyarakat lokal akan lebih antusias berkomunikasi dengan jika kita menguasai bahasa ibu mereka, karena merasa lebih dihargai. Pernah suatu waktu mengenalkan lagu Rhoma Irama yang berjudul darah muda" kepada warga Gurun pasir. dengan musik yang khas yang dilantunkan pe-dangdut Rhoma Irama, dapat menarik perhatian mereka. bahkan dari memperkenalkan lagu bang Roma, akhirnya mendapatkan tawaran menginap dirumahnya dan mendapatkan jamuan istimewa. 
dalam melakukan kunjungan ke setiap negara, kak Ima dan kang Risyan tidak suka mengunjungi lokasi yang terlalu mainstream sebagaimana yangdikunjungi oleh wisatawan pada umumnya. Misi kunjungan yang dilakukan dua pasangan suami istri ini ke setiap negara, mencoba mencari dan mengenal jejak peninggalan budaya islam yang ada di negara itu. Dari kunjungan-kunjungan ke situs sejarah itu, seakan-akan bisa kembali ke masa silam dan ikut merasakan perjuangan dalam menorehkan sejarah islam.
Bagi teman-teman yang suka melakukan traveler, jangan takut untuk menjelajah setiap sudut dunia ini, carilah pengalaman baru di tempat-tempat yang baru, maka kau akan menjadi orang yang sangat kaya....

"Sejatinya air yang berdiam diri akan lebih cepat membusuk, sedangkan air yang selalu mengalir akan selalu segar dan senantiasa memberikan manfaat untuk orang lain"

Tidak ada komentar: