Senin, 05 Juli 2010

Satu Abad Muhammadiyah





Hari ini, (Sabu, tanggal 3 Juli 2010) menjadi tonggak bersejarah bagi Organisasi Sosial Keagamaan Terbesar se Indonesiah, bahkan Organisasi Islam Terbesar di Dunia ini. Terlahir dari buah pemikiran dan gagasan cerdas Muhammad Darwis (KH. Ahmad Dahlan) didasari realita sos ial yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Melihat banyaknya anak anak terlantar dan pengemis yang bertebaran di komplek Kauman Yogyakarta, Muhammad Darwis tergerak hatinya untuk melakukan aksi nyata dengan memandikan dan memberi pakaian yang layak kepada anak anak pengemis serta memberikan makanan. Dari semangat keumatan Muhammad Darwis, saat ini Muhammadiyah sudah menjadi organisasi sosial keagamaan paling besar yang ada didunia ini dan memiliki banyak amal usaha dalam pendidikan dan kesehatan yang tersebar dari sabang sampai merauke. Untuk jawa timur saja sudah terdapat 3.000 sekolah dari TK sampai dengan SMA, 56 Rumah sakit, 20 Perguruan tinggi dan beberapa amal usaha dalam bidang perekoomian. Setidaknya sudah terdapat 300 BMT dan 20 koperasi dibawah pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.

Dari sekian amal usaha yang dimiliki Muhamamdiyah, yang pasti sudah turut mencerdaskan dan menjaga kesehatan anak bangsa dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan harkat dan martabat bangsa ini. Dalam pidato pembukaan MUktamar Muhammadiyah di Mandala Krida, Din Syamsuddin mengungkapkan kembali bahwa Muhamamdiyah sudah terlahir sebelum Indonesia ada (Sebelum Proklamasi dikumandangkan). Dan hingga kini Muhammadiyah tetap eksis dalam melakukan kegiatan pelayanan keumatan.

Eksistensi Muhammadiyah tidak terlepas dari keikhlasan orang orang yang memegang amanah. Jika kita melihat lebih jauh lagi, dari sekian banyak amal usaha, baik Rumah Sakit, Sekolah, Lembaga ekonomi maupun pantai asuhan semuanya bisa berdiri karena berangkat dari bawah. Keberadaan amal usaha merupakan hasil perkumpulan infaq dan sodaqoh warga persyarikatan dan dilandasi keikhlasan, sehingga keberadaannya akan lebih bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang berada di sekitarnya.

Dalam usia ke 100 tahun ini, Tantangan Muhammadiyah pastinya semakin berat. Gempuran kepentingan pragmatisme dan gurita sekelompok orang berkepentingan untuk memulus lancarkan perjalanan nafsu politiknya. Menjadi Tugas besar kita sebagai kader persyarikatan, kader umat kader bangsa dan kader kemanusiaan untuk terus ber khidmad dalam pergerakan Muhammadiyah yang kita cintai. Kita sama sama berkhidmad menegakkan panji panji Islam, menyerukan amar ma’ruf nahi munkar dan berperan aktif dalam pencerdasan umat dan anak bangsa….



“Muhammadiyah lain dengan Muhamamdiyah yang akan datang. Maka teruslah kamu bersekolah , menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali pada Muhammadiyah, jadilah dokter, kembali kepada Muhamamdiyah, jadlah meester, insinyur dan lain-lain dan kembalilah kepada Muhammadiyah” (KH. Ahmad Dahlan)

sumber foto: http://pedulidesaku.files.wordpress.com/2010/01/ahmaddahlanodalam.jpg?w=285&h=209

1 komentar:

Jauhari mengatakan...

Tetaplah berbenah