Selasa, 06 Juli 2010

Muktamar, Pasar, Keramaian dan Uang

Jika dahulu masyarakat lebih banyak mencari pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, namun kini era mulai bergeser. dimana ada keramaian, maka disirulah para penjaja berbagai macam makanan, soft drink maupun  sofenir akan berdatangan untuk menjajakan dagangannya. Bahkan sengaja dibuat perhelatan untuk menarik minat pengunjung dan panitia juga menyediakan stand  khusus dan se strategis mungkin untuk dijual kepada pelaku usaha untuk memajang dan menjajakan dagangannya. 
hampir semua daerah ada perhelatan rutin entah itu tahunan bahkan mingguan untuk menarik keramaian pembeli. Ambil contoh di Jogjakarta ada perhelatan tahunan "SEKATEN" yang diambil dari asal kata Syahadat taen, untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW yang dupusatkan di kraton Yogyakarta. Demikian pula di Kraton Solo. Untuk di Jogja, satu bulan sebelum puncak acara di alun alun utara sudah ramai dengan kumpulan pedagang dari makanan kecil, mainan anak, huburan  sampai menjajakan kebutuhan sekunder bahkan tersier masyarakat. Di Sekitar Lembah UGM, setiap Hari Ahad (Minggu) ada kegiatan Sunday Morning , dimana banyak masyarakat melepas kepenatan dengan joging, senam maupun sekedar jalan jalan disekitar lembah UGM. dan secara otomatis para pedagangpun berkumpul disana untuk menjajakan barang dagangannya.  Disitulah ada keramaian,  makadisitulah akan datang pedagang untuk menjajakan daganyannya.
dan awal bulan juli ini di Jogja baru punya gawe besar, menjadi tuan rumah Perhelatan akbar Muktamar Muhammadiyah 1 Abar. Hal ini menandakan Umur organisasi Agama, Sosial kemasyarakatan ini sudah berkiprah di Tanah Nusantara ini lebih dari 100 tahun. Karena Ulang tahun ke 100, maka acara Muktamar ini lebih akbar dari muktamar muktamar sebelumnya. Warga Muhamamdiyah dari sabang sampai merauke berdatangan dengan antusias yang tinggi ke kota Jogja untuk menjadi saksi sejarah Muktamar Muhamamdiyah 1 abad ini. dalam rangka menyemarakkan Muktamar, pemda bantul MENGGRATISKAN peserta maupun penggembira muktamar untuk memasuki semua objek wisata yang ada di wilayah Bantul. Dengan adanya penunjung, otomatis para penjual di objek wisata akan "kecipratan" rezeki hingar bingar Muktamar 1 Abad Muhammadiyah.
Bahkan ada salahsatu sahabat saya, Masmulyadi (http://www.facebook.com/profile.php?id=564028539) menuliskan status di FB nya: "Jika saja tiap orang membelanjakan Rp 150.000/hari, asumsinya 800.000 orang selama 7 hari = 840.000.000.000 ya kira-kira itulah uang yang mutar di Jogja seminggu ini. Banyak juga ya nolnya!!" Angka yang sangat fantastic untuk perputaran roda ekonomi karena adanya keramaian.       

Semoga Muktamar Sukses, Masyarakat sebagai tuan rumah juga menikmati manfaatnya. 

"MUHAMMADIYAH SELALU RAHMATAN LIL 'ALAMIN"

 
 
   

Senin, 05 Juli 2010

Satu Abad Muhammadiyah





Hari ini, (Sabu, tanggal 3 Juli 2010) menjadi tonggak bersejarah bagi Organisasi Sosial Keagamaan Terbesar se Indonesiah, bahkan Organisasi Islam Terbesar di Dunia ini. Terlahir dari buah pemikiran dan gagasan cerdas Muhammad Darwis (KH. Ahmad Dahlan) didasari realita sos ial yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Melihat banyaknya anak anak terlantar dan pengemis yang bertebaran di komplek Kauman Yogyakarta, Muhammad Darwis tergerak hatinya untuk melakukan aksi nyata dengan memandikan dan memberi pakaian yang layak kepada anak anak pengemis serta memberikan makanan. Dari semangat keumatan Muhammad Darwis, saat ini Muhammadiyah sudah menjadi organisasi sosial keagamaan paling besar yang ada didunia ini dan memiliki banyak amal usaha dalam pendidikan dan kesehatan yang tersebar dari sabang sampai merauke. Untuk jawa timur saja sudah terdapat 3.000 sekolah dari TK sampai dengan SMA, 56 Rumah sakit, 20 Perguruan tinggi dan beberapa amal usaha dalam bidang perekoomian. Setidaknya sudah terdapat 300 BMT dan 20 koperasi dibawah pengelolaan amal usaha Muhammadiyah.

Dari sekian amal usaha yang dimiliki Muhamamdiyah, yang pasti sudah turut mencerdaskan dan menjaga kesehatan anak bangsa dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan harkat dan martabat bangsa ini. Dalam pidato pembukaan MUktamar Muhammadiyah di Mandala Krida, Din Syamsuddin mengungkapkan kembali bahwa Muhamamdiyah sudah terlahir sebelum Indonesia ada (Sebelum Proklamasi dikumandangkan). Dan hingga kini Muhammadiyah tetap eksis dalam melakukan kegiatan pelayanan keumatan.

Eksistensi Muhammadiyah tidak terlepas dari keikhlasan orang orang yang memegang amanah. Jika kita melihat lebih jauh lagi, dari sekian banyak amal usaha, baik Rumah Sakit, Sekolah, Lembaga ekonomi maupun pantai asuhan semuanya bisa berdiri karena berangkat dari bawah. Keberadaan amal usaha merupakan hasil perkumpulan infaq dan sodaqoh warga persyarikatan dan dilandasi keikhlasan, sehingga keberadaannya akan lebih bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang berada di sekitarnya.

Dalam usia ke 100 tahun ini, Tantangan Muhammadiyah pastinya semakin berat. Gempuran kepentingan pragmatisme dan gurita sekelompok orang berkepentingan untuk memulus lancarkan perjalanan nafsu politiknya. Menjadi Tugas besar kita sebagai kader persyarikatan, kader umat kader bangsa dan kader kemanusiaan untuk terus ber khidmad dalam pergerakan Muhammadiyah yang kita cintai. Kita sama sama berkhidmad menegakkan panji panji Islam, menyerukan amar ma’ruf nahi munkar dan berperan aktif dalam pencerdasan umat dan anak bangsa….



“Muhammadiyah lain dengan Muhamamdiyah yang akan datang. Maka teruslah kamu bersekolah , menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru kembali pada Muhammadiyah, jadilah dokter, kembali kepada Muhamamdiyah, jadlah meester, insinyur dan lain-lain dan kembalilah kepada Muhammadiyah” (KH. Ahmad Dahlan)

sumber foto: http://pedulidesaku.files.wordpress.com/2010/01/ahmaddahlanodalam.jpg?w=285&h=209

Jumat, 02 Juli 2010

PETUALANGAN HIDUP

Menjadi petualang adalah pilihan bagi sebagian orang. Berpetualang adalah memberanikan diri memasuki wilayah baru, kawasan baru dan mencoba hal baru. Dan pasti yang dinamakan petualangan didalamnya terdapat resiko.
Semakin tinggi resiko yang dihadapi, nilai petualangan yang dapat diperoleh semakin besar, itu menurut saya. Kehiduan kita ini juga merupakan petualangan. Kita ibaratkan petualangan hidup seperti orang yang sedang mendaki gunung. Dengan segala rintangan yang ditenui selama dalam perjalanan, kadang menemui jalan terjal, jalan berliku, turunan curam bahkan jalan menanjak yang sangat terjal. Demikian pula petualangan kehidupan yang selalu terbentang dihadapan kita.  Sebagai modal kita dalam menjalani petualangan hidup, jangan bosan bosannya untuk selalu belajar dan melakukan evaluasi diri.
BUkankah seorang yang akan memenangkan kompetisi adalah orang yang memiliki semangat berjuang dalam menghadapi segala rintangan yang membentang didepan……
Keputusan yang saya ambil hampir 3 tahun yang lalu untuk berpetualang di tanah orang merupakan keputusan yang tepat. Dengan menemui hal baru, akan menempa kita untuk bisa menjadi manusia lebih tangguh dan lebih tahan banting dalam menghadapi dinamika kehidupan ini. Bahkan istri saya menggambarkan petualangan (merantau) merupakan kesempatan untuk merefresh diri dan memulai hal baru untuk melejitkan potensi yang tedapat dalam diri.
Saya di Tanah seberang ini benyak belajar tentang budaya, toleransi, kearifan lokal masyarakat adat dan belajar arti kesabaran. Dan pada saatnya nanti ditakdirkan oleh NYA untuk bisa berpetualang di tanah yang lain, maka disana episode petualanganku akan berlanjut…..  
Anda Siap Berpetualang…….?
"JADILAH PETUALANG SEJATI, KARENA KEHIDUPAN INI SEJATINYA ADALAH PETUALANGAN"