Sabtu, 09 Januari 2010

Falsafah Tukang Parkir


Hidup yang kita jalani ini hanya sementara, jika diibaratkan seperti orang "mampir ngombe". Falsafah jawa yang lain juga mengibaratkan kehidupan manusia yang ada bumi ini tercermin seperti halnya tanaman kelapa. Buahnya bisa jatuh kapan saja, saat masih berupa bunga, saat baru mau tumbuh besar, saat menjadi kelapa muda maupun saat sudah tua dan kering baru jatuh. Kehidupan ini juga diharapkan bisa sepereti halnya tanaman kelapa, bisa memberikan manfaat untuk kehidupan dari dasar akar sampai ujung daun.

Suatu prestasi yang luar biasa dan kebanggan tersendiri jika kehidupan kita ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain yang ada di sekitar kita. Kehidupan kita pun akan terasa nyaman jika menerapkan prinsip bahwa semua yang ada ini hanya milik NYA dan kepadaNYA lah semua akan kembali. Apapun amanah yang sedang kita emban saat ini semuanya merupakan titipan Allah dan kita sebagai manusia yang dititipin harus siap sewaktu waktu jikalau yang memberikan titipan tiba tiba mengambil titipannya itu dari tangan Kita.

Namun terkadang manusia akan mudah terlenakan oleh kenikmatan dunia yang hanya sesaat ini. berpikir seakan akan yang ada didalam genggamannya saat ini merupakan suatu miliknya seutuhnya dan seakan akan tidak akan dimintai pertanggungan jawab dari Yang Maha Memiliki kehidupan ini. Hidup ini akan lebih tenang jika belajar Ikhlas seperti falsafah tukang parkir. "Menjaga amanah saat yang memiliki memberikan titipan kendaraan, namun tidak akan bersedih maupun kehilangan jikapun yang memiliki kendaraan mengambilnya kembali.

Semoga kita selalu bisa ikhlas menjalani kehidupan ini dan selalau berlomba lomba untuk menjadi insan utama di hadapan NYA.

Nb: Mampir Ngombe (jawa) : Singgah sementara untuk minum


sumber foto: http://rahmataddy.files.wordpress.com/2009/08/parkiran1.jpg

Tidak ada komentar: