Minggu, 11 Oktober 2009

KEMBALI MENJADI PELAKU 'LDL' LAGI

Sore itu, ba'da ASAR ku berkemas tuk berangkat ke pulau seberang lagi. Liburan 3 minggu adalah waktu yang lumayan panjang bagi teman teman yg menjalankan aktifitas tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, intensitas bertemu dengan keluarga sangat sering, transportasi mudah dan yang utama harga ticket terjangkau (sesuai dgn vacasi yg dia peroleh). Namun akan menjadi cerita berbeda jika hal ini dialami oleh teman teman seperjuanganku. Perjalan yang saya tempuh dari kampung halaman menuju pulau seberang memakan waktu satu minggu jika ditempuh dgn berlayar. Akan lebih cepat dgn perjalanan udara (total waktu penerbangan+transit tidak kurang dari 12 jam) dgn konsekwensi biaya penerbangan lebih mahal. Tabungan dari vacasi perbulan langsung terkuras untuk pulang setahun sekali. Bagi teman yang mengalami hal seperti yg saya alami, bisa pulang hanya setahun sekali-itupun dgn menguras tabungan- pasti akan memiliki penilaian yg serupa dgn saya. Bahwa liburan dalam waktu 3 minggu merupakan liburan sebentar.
Disini saya bukannya ingin berkeluh kesah, namun berusaha mengambil hikmah dari peristiwa yg saya dan teman2 alami.

- Wahana silaturahmi: Berpisah, hidup berjauhan dari keluarga yang selama ini selalu dan senantiasa mendampingi pertumbuhan kita merupakan hal berat. Soo.. Saat liburan merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan menumpahkan kerinduan dgn keluarga tercinta.
- Melatih kepekaan dan rasa syukur. Saat dipertemukan setelah lama berpisah, kita dapat merasakan nikmatnya pertemuan dan dahsyatnya persaudaraan. Keberadaan saudara di kampung halaman yg selalu merindukan dan menantikan kehadiran kita, merupakan motivasi yg sangat kuat untuk kita bisa bertemu kembali. Saya bisa lebih memaknai indahnya memiliki saudara saat kita pernah mengalami perpisahan.
- Menjadi manusia lebih mandiri: Hidup ditempat asing jauh dari saudara, kita dituntut untuk lebih mandiri dan memiliki jiwa figh yg handal.
- Melatih kepekaan untuk berbagi. Bersama dgn orang lain, kita harus bisa menempatkan diri dan mau selalu berbagi. Saya yakin, jika kita ingin ditolong orang saat memerlukan pertolongan, maka harus mau menolong orang lain juga. Seperti halnya jika kita ingin dihormati oranglain, kita juga harus mau dan bisa menghormati orang lain.
- memupuk kemampuan kerjasama: sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari keberadaan manusia lain. Keberadaan antar manusia untuk saling melengkapi. Harus bisa membangun jaringan dan selalu bekerjasama. Pekerjaan ditangani bersama akan lebih ringan daripada dijalani sendirian.

Sedikit hikmah berjauhan dari keluarga yg dicintai (LDL) ini, semoga menjadi spirit kita untuk terus maju dan menjadi Insan Utama. Amin...

Cinta adalah anugrah.
Syukuri apa yg telah Allah berikan kepada kita.


Write by SE G502 'danansaja'

2 komentar:

paddi mengatakan...

Blogwalking

danansaja mengatakan...

@ paddi: iya neh, jalan-jalan MUAHAL xixi...