Senin, 19 Oktober 2009

Wisata Ketep Pass


Jika anda ingin menyaksikan keagungan kuasa NYA dan indahnya ciptan-NYA anda tidak akan salah jika berjunjung ke lokasi ini. menyaksikan kemegahan Gunung Merapi dengan landscape yang menawan. Perjalanan dari Jogja hanya 60 menit menuju arah magelang. Sampai pertigaan Pabrik Tertas mBlabak kita ambil ke arah kanan menuju kaki merapi Merbabu.

Di sela sela istirahat menikmati keindahan Gunung merapi dan indahnya susunan pemukiman masyarakat lereng Pegunungan Merapi-Merbabu, pun kita bisa menikmati hangatnya jagung rebus maupun jagung Bakar. Untuk lebih tau sejarah terbentuknya gunug Merapi, pengunjung dapat menyaksikan tayangan film berdurasi 15 an menit didalam KETEP VOLCANO TEATER. Soo... selain mmperoleh hiburan, kitapun akan mendapatkan tambahan pengetahuan alias tambah Pinter ;-)

Saat perjalanan pulang penjaja Strawbery "organik" akan berjajar menawarkan dagangannya disekitar objek wisata Ketep. Pembeli juga diperkenankan memetik sendiri di perkenankan jika bertepatan dengan saat panen. Have a nice Trip.... have a nice Adventure


"View Gunung Merapi saat Cerah"

"Didepan KETEP VOLCANO TEATER Dengan Kekasih"

"Serasa di Eropa saat Summer #1 saat Bulan madu ke 5 :-)"

"Serasa di Eropa saat Summer #2 Istri & Kakak"

"Di depan Gunung Merapi #1 Bersama Istri"

"Di depan Gunung Merapi #2 kakaku dan ade'nya"

"Puncak Merapi by: my SE G 502+Binokuler"

"Pemukiman Masyarakat lereng Merapi by: my SE G 502+Binokuler"

"Keindahan View Merapi"


"sumber foto: http://www.flickr.com/photos/danansaja/"

"TOLONG....!!!???" Membangun Kepekaan diri Untuk Berbagi



Menyaksikan tayangan-tayangan hiburan yang sering muncul di Televisi sebagian besar kurang mendidik -menurut saya-, karena dalam penayanganya lebih menekankan pola hidup hedonis dan glamor. Life style, kongkow-kongkow, pamer kekayaan, iri, dengki, dendam yang tidak berkesudahan, dan tayangan yang menekankan pola hidup kurang sehat. Namun tayangan yang saya saksikan di televisi sore ini serta sore sore sebelumnya terasa beda. Tayangan yang ini setidaknya bisa menggugah sisi sisi terindah dalam kehidupan manusia. Kemauan untuk saling berbagi, ber empati terhadap orang lain maupun kemauan untuk menebarkan kebajikan pada sesama.

Saat ada orang lain kesusahan, kita yang memiliki kelebihan diharapkan tergugah untuk segera memberikan sebagian kelebihan rezeki yang kita miliki untuk turut serta meringankan beban saudara yang memerlukan. Dan sudah selayaknya kita melakukan itu, karena dalam setiap harta yang dimanahkan Allah kepada kita, makan didalamnya terdapat hak orang lain, yang fakir maupun miskin. Dalam tayangan yang kusaksikan sore tadi dan sore sore yang lain, hampir semua orang yang memiliki empati tinggi adalah orang yang memiliki kondisi ekonomi sama, atau hampir sama susahnya dengan yang meminta tolong.

saya mengamati -terlepas tayangan itu benar-benar alami atau sudah bagian dari rekayasa media untuk mendapatkan hati dari para pemirsa- orang yang hidupnya pas-passan, bahkan dalam kesehariannya penuh dengan kesusahan, cenderung memiliki rasa empati dan kepedulian yang lebih besar terhadap orang yang kesusahan dibandingkan dengan orang yang selalu bergelimang dengan kekayaan. Orang yang kesehariannya susah, akan merasa tidak nyaman jika melihat orang lain lebih susah darinya, maka ia akan berusaha dengan sekuat tenaga, bahkan dengan segala kemampuannya secara tulus ikhlas menolong orang yang lebih susah itu.

Semoga kita bisa terus melatih kepekaan jiwa kita untuk selalu bisa berbagi dengan sesama dan selalu berusaha untuk ikhlas menjalani semuanya.

“Ikhlas bukan hanya sekedar ucapan, namun harus bisa realisasikan dengan perbuatan nyata hanya untuk memproleh ridho dari-NYA. Latih kepekaan diri untuk selalu berbagi”


"sumber gambar: http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/10/hands.jpg"




Minggu, 11 Oktober 2009

KEMBALI MENJADI PELAKU 'LDL' LAGI

Sore itu, ba'da ASAR ku berkemas tuk berangkat ke pulau seberang lagi. Liburan 3 minggu adalah waktu yang lumayan panjang bagi teman teman yg menjalankan aktifitas tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, intensitas bertemu dengan keluarga sangat sering, transportasi mudah dan yang utama harga ticket terjangkau (sesuai dgn vacasi yg dia peroleh). Namun akan menjadi cerita berbeda jika hal ini dialami oleh teman teman seperjuanganku. Perjalan yang saya tempuh dari kampung halaman menuju pulau seberang memakan waktu satu minggu jika ditempuh dgn berlayar. Akan lebih cepat dgn perjalanan udara (total waktu penerbangan+transit tidak kurang dari 12 jam) dgn konsekwensi biaya penerbangan lebih mahal. Tabungan dari vacasi perbulan langsung terkuras untuk pulang setahun sekali. Bagi teman yang mengalami hal seperti yg saya alami, bisa pulang hanya setahun sekali-itupun dgn menguras tabungan- pasti akan memiliki penilaian yg serupa dgn saya. Bahwa liburan dalam waktu 3 minggu merupakan liburan sebentar.
Disini saya bukannya ingin berkeluh kesah, namun berusaha mengambil hikmah dari peristiwa yg saya dan teman2 alami.

- Wahana silaturahmi: Berpisah, hidup berjauhan dari keluarga yang selama ini selalu dan senantiasa mendampingi pertumbuhan kita merupakan hal berat. Soo.. Saat liburan merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan menumpahkan kerinduan dgn keluarga tercinta.
- Melatih kepekaan dan rasa syukur. Saat dipertemukan setelah lama berpisah, kita dapat merasakan nikmatnya pertemuan dan dahsyatnya persaudaraan. Keberadaan saudara di kampung halaman yg selalu merindukan dan menantikan kehadiran kita, merupakan motivasi yg sangat kuat untuk kita bisa bertemu kembali. Saya bisa lebih memaknai indahnya memiliki saudara saat kita pernah mengalami perpisahan.
- Menjadi manusia lebih mandiri: Hidup ditempat asing jauh dari saudara, kita dituntut untuk lebih mandiri dan memiliki jiwa figh yg handal.
- Melatih kepekaan untuk berbagi. Bersama dgn orang lain, kita harus bisa menempatkan diri dan mau selalu berbagi. Saya yakin, jika kita ingin ditolong orang saat memerlukan pertolongan, maka harus mau menolong orang lain juga. Seperti halnya jika kita ingin dihormati oranglain, kita juga harus mau dan bisa menghormati orang lain.
- memupuk kemampuan kerjasama: sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari keberadaan manusia lain. Keberadaan antar manusia untuk saling melengkapi. Harus bisa membangun jaringan dan selalu bekerjasama. Pekerjaan ditangani bersama akan lebih ringan daripada dijalani sendirian.

Sedikit hikmah berjauhan dari keluarga yg dicintai (LDL) ini, semoga menjadi spirit kita untuk terus maju dan menjadi Insan Utama. Amin...

Cinta adalah anugrah.
Syukuri apa yg telah Allah berikan kepada kita.


Write by SE G502 'danansaja'