Kamis, 10 September 2009

Hikmah Ramadhan (4): Puasa Tapi Tidak Sholat

“...betapa banyaknya orang berpuasa, namun perolehannya dari puasa itu hanyalah lapar dan dahaga belaka...” [HR. Ahmad dan Ibn Rush]


Ramadhan sudah memasuki bilangan ke 20, dan tinggal 9 hari lagi kesempatan Ramadhan untuk kita jalani. Dari 2/3 perjalanan Ramadhan yang sudah kita jalani harus kita koreksi lagi, apa sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah atau belum. Saya masih merasa takut jika puasa yang saya jelani hanya sebatas aktifitas menahan lapar dan dahaga semata dan kita tidak beroleh lain selain itu.

Jika kita mau mencermati, sebenarnya hakikat perintah puasa tersimbolkan tujuan mulia. Bahkan sangat Mulia. Inti pokok dari puasa adalah kita dilatih untuk mampu mengendalikan diri dari perbuatan tercela dan menunda untuk melakukan sesuatu kenikmatan sementara untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Jika kita masih menjalankan puasa namun masih suka marah marah, berkata kotor, menyakiti teman dan perbuatan negatif lainnya, ini “mungkin” sebagai indikator nyata bahwa kita termasuk golongan yang hanya beroleh lapar dan dahaga saja.

Kitapun tidak bisa memungkiri, bahwa umat Islam merasa lebih mudah untuk melakukan pusa dibulan ramadhan dibandingkan untuk menjalankan Sholat 5 waktu secara rutin. Ini dapat saya saksikan di lingkungan termpat ttinggal saya saat ini. Mungkin ini hanya contoh kasus kecil, namun saya yakin ini terjadi di hampir semua daerah. Hipotesis saya mengatakan, mereka (umat Islam yang mau bepuasa tap tidak sholat) menilai Puasa diwajibkan hanya 1 bulan dari total 12 yang ada. Namun kalo sholat diwajibkan sepanjang tahun, sehingga terasa lebih berat menjalankan sholat 5 waktu sehari daripada menjalankan Puasa.

Tapi jika kita melihat urutan rukun Islam, Pertama SYAHADAT, lalu SHOLAT, baru diperintahkan PUASA, setelah itu diwajibkan Menbayar ZAKAT dan yang memiliki harta berlebih diperintahkan untuk HAJI.

SYAHADAT: Orang yang menyatakan diri memeluk agama Islam, diwajibkan untuk bersyahadat, yaitu mengikrarkan bahwa tiada tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah Rasul Allah. Sooo... jika ada yang masih mempercayai benda atau tempat memiliki kekuatan dan mampu mengabulkan dan meminta bantuan dari selain Allah, berati orang itu telah menyekutukan Allah. Secara OTOMATIS Syahadatnya batal. Begitupun yang meyakini ada ROSUL lain setelah Muhammad SAW, dia termasuk orang kafir wal kufur.

SHOLAT: Sholat adalah tiang agama. Kita sebagai seorang muslim juga diwajibkan untuk MENDIRIKAN sholat, sekali lagi MENDIRIKAN, bukan sebatas mengerjakan. Jika kita sudah mendirikan Sholat, berarti amalan, aktifitas dan tingkah laku kita sehari hari akan lebih santun dan tidak berlaku dholim terhadap sesama. (Namun, saya sendiri masih merasa belum bisa mendirikan sholat secara kaffah, dan terkadang masih sebatan melaksanakan). Terlepas kita sudah bisa mendirikan sholat secara tegak apa belum, yang terpenting kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk mendirikannya.

PUASA: Puasa dalam Qur’an dan Hadits disebut dengan kata ash-shiyam atau ash-shaum, secara harfiah memiliki arti menahan diri. Menurut istilah agama Islam, puasa berati menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri dan melakukan segala sesusatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niatan karena Allah Ta’ala. Disini bisa dipahami, jika Yang Halal saja bisa kita tahan saat puasa, diharapkan dalam perilaku sehari hari kita bisa lebih dan mampu menahan dan meninggalkan hal hal yang nyata nyata diharamkan oleh NYA. “Dengan melakukan puasa secara benar, diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan menahan diri sehingga dapat meperkokoh peribadian”.

ZAKAT: Zakat sebagai sarana pensucian harta dan sebagai media untuk menubuhkan kepekaan terhadap realita sosial dan kemauan untuk berbagi.

HAJI: Jika mampu (secara fisik dan Finansial), diwajibkan bagi umat Islam untuk menjalankannya.

Soo... saya melihat dari komponen diatas, orang yang Berpuasa namun tidak Sholat, ditakutkan hanya akan menjadi golongan orang orang yang disebutkan oleh Rasulullah diatas.

Semoga Ramadhan kita semakin bermakna.


sumber foto: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:dbBnZn1TCgdkgM:http://abidzare.files.wordpress.com/2009/07/sholat-yukz1.jpg

2 komentar:

Anonim mengatakan...

saat ini masih banyak yang berpuasa tapi tidak sholat... untuk makna sebuah pembelajaran agama manusia yang dilalui dalam perjalanan hidupnya kemudian menjadi refrensi manusia itu beragama

DANANsaja mengatakan...

Pemaknaak Puasa yang masih terkadang luput dari umat Islam yang menjalankannya. dan terkadangn hanya terbatas dalam Ritual Semata....