Minggu, 27 September 2009

LONG FLIHT'S -MUDIK-


Dahulu, ketika harga ticket pesawat masih muahal, Bagi sebagian orang terbang merupakan pengalaman yang langka, bahkan hanya sebatas bisa menjadi angan. Dan sekarang dengan menjamurnya maskapai penerbangan, monopoli harga ticket hampir tidak terjadi lagi dan harga ticket pesawat mulai bersaing. Maskapai-maskapia penerbangan bersaing untuk merebut hati konsumen dengan penawaran harga murah serta dilengkapi dengan beberapa service untuk membuat penumpang merasa nyaman saat melakukan penerbangan.

Bagi saya tidak menjadi masalah jika penerbangan hanya dalam waktu 1 sampai 2 jam. Namun akan menjadi perjalanan yang melelahkan jika penerbangan lebih dari 3 jam. Pengalaman perbang saya Jogja – Manokwari – Jogja menjadi pengalaman terbang paling lama yang pernah saya tempuh (penerbangan terakhir yang saya tempuh total dengan waktu tunggu di bandara mulai cek inn + Transit di dua bandara tidak kurang dari 12 jam). Dan sampai saat ini saya lebih sering melakukan penerbangan JOGJA – MANOKWARI tansit minimal di dua Bandara. Hal yang paling memelahkan dalam penerbangan ini saat menunggu jadwal terbang di Bandara. Belum lagi jika pesawat mengalami keterlambatan (delay). Huff..... beban badan serasa bertambah.

Namun ada beberapa trik yang bisa saya bagi kepada pembaca untuk menjaga fitalitas tubuh dan menghilangkan kepenatan saat melakukan Long Flight.

- Menjaga Fitalitas tubuh : jangan lupa makan yang cukup saat melakukan penerbangan (jika sedang puasa, jangan lupa makan sahur dengan komposisi seimbang)

- Menggunakan pakaian yang longgar (nyaman) : Supaya bada tidak merasa terbebani dengan pakaian yang terlalu ketat, seyogyanya gunakan pakaina yang longgar dan menyerap keringat.

- Barang bawaan yang dibawa naik ke kabin secukupnya saja. Barang barang yang besar dan berat lebih bijaksana dimasukkan ke dalam Bagasi.

- Usahakan saat melakukan perjalanan tubuh dalam keadaan rileks

- Membawa buku untuk bacaan sebagai bacaat saat melakukan penerbangan, supaya tidak jenuh.

- Membawa obat-obatan yang biasa diperlukan dalam kondisi darurat.

Semoga penerbangan panjang menjadi lebih nyaman dan menyenagkan.

Have a nice Flight...... ;-)


sumber gambar: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:SLVvlr5s6TJxfM:http://www.cheapoair.com/travel/cheap-flights/portals/92/cms/flight/images/main/flight-generic-small.jpg

Jumat, 25 September 2009

Hari Kemenangan itu


Allahuakbar..... Allahuakbar.....
Laa ilaa haillallahuallahuakbar
Allahuakbar walilah hilham

Pekikan Takbir berkumandang membahana sepanjang malam selepas hari ke 29 Ramadhan tahun ini. Do'a yang kupanjatkan kepada NYA "Ya Allah, semoga Kau masih mempertemukan saya, keluarga saya, sahabat saya serta orang orang yang engkau sayangi dengan bulan Ramadhan tahun depan" Hanya kepadamulah kami memohon petunjuk dan meminta pertolongan.

Seluruh umat Islam bersuka cita menyambut kedatangan bulan kemenangan setelah 29 hari memasuki madrasah kehidupan, pembelajaran dan penggemblengan keimanan. Dan hasil dari penggemblengan akan dapat terlihat di hari hari kita menjalankan amanah di bumi ini selepas ramadhan, beberapa satu parameter sederhana, kita dapat masuk dalam kategori lulus jika:
- menjadi lebih sabar
- menjadi lebih tenang
- menjadi lebih rajin ibadahnya
- menjadi lebih care terhadap lingkungan

Sedangkan, jika peserta didik madrasah Ramadhan tidak semakin baik, bahkan semaikin buruk tingkah lakunya, hal ini menjadi alamat jika siswa tersebut belum bisa dinyatakan lulus dalam madrasah Ramadhan yang telah berlalu.

Semoga sidang pembaca yang saya hormati, keluarga besar yang selalu saya sayangi dan keluarga kecil saya yang dengan gegap gempita menyambut kehadiran bulan Mulia satu bulan yang lalu, semoga kita termasuk dalam golongan Peserta didik yang memperoleh Rapotr membanggakan, kualitas ibadah kita semakin meningkat dan menjadi golongan yang beroleh KEMENANGAN

Taqobbalallohuminna wa minkum, kullu amin wa antum bi khair.


"Sumber Gambar: http://sekolahalamarridho.files.wordpress.com/2006/10/lebaran_putri.jpg"


Kamis, 10 September 2009

Hikmah Ramadhan (4): Puasa Tapi Tidak Sholat

“...betapa banyaknya orang berpuasa, namun perolehannya dari puasa itu hanyalah lapar dan dahaga belaka...” [HR. Ahmad dan Ibn Rush]


Ramadhan sudah memasuki bilangan ke 20, dan tinggal 9 hari lagi kesempatan Ramadhan untuk kita jalani. Dari 2/3 perjalanan Ramadhan yang sudah kita jalani harus kita koreksi lagi, apa sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah atau belum. Saya masih merasa takut jika puasa yang saya jelani hanya sebatas aktifitas menahan lapar dan dahaga semata dan kita tidak beroleh lain selain itu.

Jika kita mau mencermati, sebenarnya hakikat perintah puasa tersimbolkan tujuan mulia. Bahkan sangat Mulia. Inti pokok dari puasa adalah kita dilatih untuk mampu mengendalikan diri dari perbuatan tercela dan menunda untuk melakukan sesuatu kenikmatan sementara untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Jika kita masih menjalankan puasa namun masih suka marah marah, berkata kotor, menyakiti teman dan perbuatan negatif lainnya, ini “mungkin” sebagai indikator nyata bahwa kita termasuk golongan yang hanya beroleh lapar dan dahaga saja.

Kitapun tidak bisa memungkiri, bahwa umat Islam merasa lebih mudah untuk melakukan pusa dibulan ramadhan dibandingkan untuk menjalankan Sholat 5 waktu secara rutin. Ini dapat saya saksikan di lingkungan termpat ttinggal saya saat ini. Mungkin ini hanya contoh kasus kecil, namun saya yakin ini terjadi di hampir semua daerah. Hipotesis saya mengatakan, mereka (umat Islam yang mau bepuasa tap tidak sholat) menilai Puasa diwajibkan hanya 1 bulan dari total 12 yang ada. Namun kalo sholat diwajibkan sepanjang tahun, sehingga terasa lebih berat menjalankan sholat 5 waktu sehari daripada menjalankan Puasa.

Tapi jika kita melihat urutan rukun Islam, Pertama SYAHADAT, lalu SHOLAT, baru diperintahkan PUASA, setelah itu diwajibkan Menbayar ZAKAT dan yang memiliki harta berlebih diperintahkan untuk HAJI.

SYAHADAT: Orang yang menyatakan diri memeluk agama Islam, diwajibkan untuk bersyahadat, yaitu mengikrarkan bahwa tiada tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah Rasul Allah. Sooo... jika ada yang masih mempercayai benda atau tempat memiliki kekuatan dan mampu mengabulkan dan meminta bantuan dari selain Allah, berati orang itu telah menyekutukan Allah. Secara OTOMATIS Syahadatnya batal. Begitupun yang meyakini ada ROSUL lain setelah Muhammad SAW, dia termasuk orang kafir wal kufur.

SHOLAT: Sholat adalah tiang agama. Kita sebagai seorang muslim juga diwajibkan untuk MENDIRIKAN sholat, sekali lagi MENDIRIKAN, bukan sebatas mengerjakan. Jika kita sudah mendirikan Sholat, berarti amalan, aktifitas dan tingkah laku kita sehari hari akan lebih santun dan tidak berlaku dholim terhadap sesama. (Namun, saya sendiri masih merasa belum bisa mendirikan sholat secara kaffah, dan terkadang masih sebatan melaksanakan). Terlepas kita sudah bisa mendirikan sholat secara tegak apa belum, yang terpenting kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk mendirikannya.

PUASA: Puasa dalam Qur’an dan Hadits disebut dengan kata ash-shiyam atau ash-shaum, secara harfiah memiliki arti menahan diri. Menurut istilah agama Islam, puasa berati menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri dan melakukan segala sesusatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niatan karena Allah Ta’ala. Disini bisa dipahami, jika Yang Halal saja bisa kita tahan saat puasa, diharapkan dalam perilaku sehari hari kita bisa lebih dan mampu menahan dan meninggalkan hal hal yang nyata nyata diharamkan oleh NYA. “Dengan melakukan puasa secara benar, diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan menahan diri sehingga dapat meperkokoh peribadian”.

ZAKAT: Zakat sebagai sarana pensucian harta dan sebagai media untuk menubuhkan kepekaan terhadap realita sosial dan kemauan untuk berbagi.

HAJI: Jika mampu (secara fisik dan Finansial), diwajibkan bagi umat Islam untuk menjalankannya.

Soo... saya melihat dari komponen diatas, orang yang Berpuasa namun tidak Sholat, ditakutkan hanya akan menjadi golongan orang orang yang disebutkan oleh Rasulullah diatas.

Semoga Ramadhan kita semakin bermakna.


sumber foto: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:dbBnZn1TCgdkgM:http://abidzare.files.wordpress.com/2009/07/sholat-yukz1.jpg

Selasa, 08 September 2009

Hikmah Ramadhan (3): Puasa Untuk Apa?

























Apa Kabar ramadhanmu Hari ini Kawan....

Ramadhan sudah meninggalkan kita 17 Hari, hari ini saya teringat obrolan kemaren sore dengan teman sesaat setelah berbuka. Dia mengeluh karena merasa kekenyangan selepas berbuka puasa. Yang saya baca, dia habis “balas dendam” dengan melahap semua minuman da makanan yang ada di hadapannya tanpa memberikan ruang untuk udara didalam lambungnya, –menurut ahli kesehatan, lambung yg ideal terdiri dari 3 unsur, air, udara dan makan- sehingga dia merasakan kondisi yang cukup berat untuk menggerakkan badannya, karena perutnya sudah offer loaded.
Saat Kultum Sebelum Shalat tarwih, pernah seorang Khatib mengatakan bahwa banyak orang yang berpuasa hanya akan memperoleh lapar dan dahaga saja.

“Mengapa....?”
Sebelum menjawab pertanyaan itu, sang khatib menjelaskan terlebih dahulu hakikat kita diperintahkan untuk berpuasa dalam QS Al Baqroh 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Yang diperintahkan (diwajibkan) untuk berpuasa adalah orang orang yang beriman. Yang kedua, orang orang beriman diwajibkan untuk berpuasa supaya bisa mencapai derajat orang orang bertaqwa. Selain Perintah dalam Surat AlB aqoroh 183, puasa juga bertujuan supaya kita bisa merasakan penderitaan orang orang yang kekurangan, tidak bisa makan setiap hari, bahka untuk mencari sesuap nasi sangat kesusahan. Dengan itu, diharapkan kepedulian kita kepada sesama dan terutama kepada kaum muztadafin (red. kekurangan) bisa kita tingkatkan.
Mendasarkan dari penjelasan Khatib diatas, saya mencoba mengambil kesimpulan, teman saya yang kekenyangan saat berbuka belum begitu memahami hakikat orang berpuasa.
Semoga kita bisa memahami hakikat puasa yang kita jalankan lebih dari 17 hari ini dan di sisa Ramadhan ini,Kualitas iman kita bisa semakin meningkat di bulan Ramadhan tahun ini dan termasuk dalam golongan orang orang yang Ber Taqwa.

SumberGambar:http://kabelstudio.files.wordpress.com/2009/07/puasa.jpg