Rabu, 26 Agustus 2009

Hikmah Ramadhan (1): Ramadhan "BENAR-BENAR" Bulan Berkah.....



"Ramadhan Muabrrok.... Ramadhan selalu penuh berkah"


Tidak terasa sudah memasuki hari ke 5 dalam Ramadhan Tahun ini. Hingga saat ini, saya sudah banyak memperoleh dan mendengarkan berita gembira dari istri, sahabat, rekan, tetangga serta saudara yang berada jauh di seberang pulau sana. Ada sahabat saya yang diberikan Allah amanah anak laki laki yang lucu saat memasuki bulan Ramadhan -semoga menjadi Anak yang Soleh ya Dek Pendi and dek Rif'ah- ada yang memperoleh takjil berbuka dari tetangga sebelah, ada yang memperoleh rezeki tambahan dari pintu yang sama sekali tidak terduga serta berkah-berkah lain (pasti akan penuh halaman ini jika saya ceritakan semua :-D)

Dan berkah yang paling aku syukuri hingga hari ke 5 ini, saat istriqu memperoleh SMS dari pihak panitia seleksi penerimaan tenaga pegajar di UAD. Berkah itu tidak akan kami peroleh tanpa adanya suport semangat dan Do'a dari keluarga besar saya, kakak-kakak, adek-adek, pakdhe, budhe, paklek, bulek, si Mbah Putri dan yang paling utama berkat kegigihan do'a dari Pa'e Anshori dan Bu'e Nurjanah dalam setiap sepertiga malamnya. Saat memperoleh berita gembira, secara spontan bu'e langsung sujud syukur ditengah tengah kesibukannya mempersiapkan menu berbuka di dapur. Berita diterimanya istrisaya sebagai tenaga pengajar di UAD, bagi saya itu merupakan berita bahagia dan kado terindah di awal Ramadhan tahun ini utuk kedua mertua ku, kedua orangtuaku saat ini, karena sejak awal -saat Istriqu masih menjadi dosen penyerta- yang memiliki harapan besar untuk bisa menjadi tenaga pengajar di UAD adalah kedua Mertuaku. dan saya yakin itu adalah berkah Ramadhan yang diberikan Allah kepada kami sekeluarga (berkanlah kekuatan bagi kami untuk menegmban Amanahmu ya Allah...).

Tahapan Tes yang Penuh Tantangan dan Ujian Kejujuran Diri
Perjalanan tes seleksi lumayan panjang. Ada 4 tahap yang harus dilalui. Untuk persyarat administrasi, setidaknya dan diutamakan pelamar memiliki nilai tes Toefl yang tinggi, namun istriqu baru bisa mencapai nilai dibawah standard. Sempat ada godaan (seperti yang dialami teman-2 pelamar lain), ditawari tes Toefl khusus dengan hasil yang "fantastik". namun hati kecil kami melarang untuk menempuh cara itu. Kami lebih bangga menggunakan hasil murni daripada menggunakan hasil fantstik namun manipulasi. Dan Bismillah, saya dan istri "Nekat" memasukkan berkas lamaran dengan nilai tes Toefl dibawah standard yang merupakan hasil tes Jujur dan Murni :-). Saya berprinsip jika memeng rejeki, Allah akan memberikan jalan kemudahan.

Kurang dari satu minggu setelah memasukkan berkas administratif, keluar pengumuman tahap pertama, dan Alhamdulillah Istriku keluar namanya. Tes tahap ke dua dan ketiga dapat dilalui dengan lancar, meskipun harus mengorbankan waktu untuk menghadiri pernikahan adek di Kebumen. Sedih memang kehilangan moment kebersamaan bersama keluarga, namun pengorbanan itu tidak sia-sia.

Tahap ke-empat merupakan Seleksi wawancara dan merupakan tahap penentuan. Ini merupakan tahap terberat dari proses seleksi yang dilalui Istriqu. pertanyaan tentang Komitmen yang cukup menghantui istriqu. perang batin, perang kepentingan, antara ingin segera menyusulku ke pulau seberang, dan permasalahan lain. Bahkan hal itu membuat komunikasi kami sedikit renggang. Namun itu menjadi pembelajaran bagi kami, bahwa setiap keputusan mengandung konsekwensi dan alhamdulillah komunikasi kita bisa cair kembali.


Harapan Kedepan
Setidaknya, selama setahun menjalani proses menyelesaikan kuliah S2 nya, istriqu memiliki aktifitas yang bermanfaat dan bisa mendermakan ilmunya yang sudah diperoleh. Dan modal pengalaman yang diperoleh saat dijogja, bisa menjadi modal untuk berkarya saat menyusulku ke Pulau Seberang kelak....


"Semoga Berkah Ramadhan yang lain selalu menyertai aktifitas kita. Aminn..."



1 komentar:

ayaheauzi-wa-naufal mengatakan...

Selamat Bro
Good Luck
Ma'a an-Najaah...