Jumat, 21 Agustus 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN


Wahai Orang-orang yang beriman, diwajibkan ats kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu juga diwajibkan, agar kamu berbakti [Al Baqarah, (2): 128]

Alhamdulilah, Allah telah mengabulkan do’aku, “Ya Allah, pertemukanlah aku dengan ramadhan ramadhanm yang akan datang joka Kau memprkenankan” Dan nanti sore, beberapa saat sebelum waktu maghrib tiba, kita telah memasuki bulan Ramadhan 1430 H (bulan Qomariyah, perhitungan masuk tanggal baru beberapa saat sebelum memasuki waktu maghrib –saat matahari tenggelam-).
Kita sebagai umat Islam, sangat disayangkan jika tidak bisa mengoptimalkan moment bulan yang penuh berkah, maghfiroh dan dan ampunan ini dengan amalan amalan yang positif dan penuh makna. Setiap amalan ibadah kita, yang ditujukan semata-mata untuk NYA dijanjikan akan dilipat gandakan pahalanya 70 kali lipat. Jika kita hitung secara matematis dan menggunakan ilmu ekonomi, sangat rugi bahkan merugi bagi orang orang yang tidak dapat memanfaatkan moment istimewa ini. Maka banyak umat yang berbondong bondong kemasjid. Masjid mulai rame dengan aktifitas umat, dari sholat tarawih, kultum, tadarus dengan target merampungkan 30 jus, sholat subuh berjama’ah, buka bersama dan di 10 hari terakhir sebagian umat menyempatkan waktunya untuk beriktikaf. Saat Ramadhan Semakin Meriah.

Godaan Dan Kekuatan Iman
Fenomena yang sering muncul di masyarakat bersama dengan aparat keamanan, saat menjelang bulan Ramadhan dan selama bulan Ramadhan banyak dilakukan aksi sweaping dan pensegelan tempat tempat yang “dianggap” sebagai tempat pengganggu ibadah. Cafe, Diskotik, Bar, Prostitusi, pantai Pijat dan tempat tempat yang memperoleh anggapan minor dari sebagian masyarakat. Secara, pelarangan keberadaan termpat tempat terlarang seperti itu seharusnya dilakukan sepanjang waktu, setiap saat. Namun yang terjadi, justru fenomena yang sangat menggelikan, Pelarangan tempat tempat minor tersebut hanya diberlakukan saat bulan ramadhan saja, sedangkan selepas bulan ramadhan, seakan akan mereka legal untuk buka praktek kembali dan menjadi suatu hal yang Halal untuk dinikmati masyarakat lagi. Masyarakat inginnya saat puasa godaan godaan yang ada didepan mata dihilangkan, bahkan disingkirkan sejauh jauhnya supaya pausanya kuat. Padahal sejatinya menjalankan puasa ibaratnya menjalani suatu ujian. Semakin berat tantangan dan cobaan, makan semakin tinggi tingkatan kualitas lulusan yang dihasilkan. Tidak akan optimal hasil yang akan kita peroleh jika menjalani ujian namun yang dipilih soal soal mudah.

Keberhasilan Ramadhan
Istilah yang sering digunakan oleh umat Islam, orang yang berhsil puasanya jika memperoleh lailatul Qodar, yang konon katanya akan turun pada malam malam ganjil di 10 hari terakhir. Maka akan ada sebagian umat yang berlomba lomba mengejar berkah lailatul Qodah di 10 hari terakhir tersebut, utamanya pada malam malam ganjil. Terlepas dari kontroversi yang ada (lailatul qodar memang ada setiap tahun atau hanya sekali saja pada masa Rasulullah), inti keberhasilan Ramadhan umat jika selepas ramadhan, aktifitas dan amaliahnya tidak kendor, bahkan akan lebih utama lebih ditingkatkan lagi selepas bulan ramadhan pergi. Kalo saya boleh mencoba menganalisisa, seseorang tidak akan memeperoleh berkah malam lailatul qodar (jika memang ada) begitu saja, dengan sholat khusuk dan bertafakur pada 10 hari terakhir, namun itu suatu kesatuan proses dari awal bulan ramadhan sampai Bulan Ramadhan berlalu.
Dan yang jadi Catatan utama saya, jika memang kita ingin menjadi umat unggul dari madrasah Ramadhan, harus menjadi orang yang tahan banting dalam segala kondisi. Jangan merusak amal ibadah Ramadhan kita dengan melakukan tindakan anarkis (temporal), melakukan perusakan tempat tempat yang dianggap minor yang ada di lingkungan kita. karena secara harfiah puasa itu menahan diri dari sesuatu (Ash-shaum atau ash-shiyaam)


Semoga Ramadhan kita kali Ini Semakin Bermakna.
Kumaafkan Khilafmu, Kupinta keikhlasan untuk memaafkanku

3 komentar:

Anonim mengatakan...

he..he.... bagus banget tergugah jadinya

Anonim mengatakan...

marhaban ya ramdhan, ramadhan kali ini menghantarkan aku dalam sebuah ruang dialog dalam hati dan jiwaku. ramadhan kali ini berikan aku jiwa yang tenang bersama orang yang aku sayangi


Adekmu

ayaheauzi-wa-naufal mengatakan...

Akur deh.
Semakin banyak godaan, semakin banyak pahala.

Jadi, umat jangan cengeng dan manja.