Rabu, 13 Mei 2009

hari ini satu bulan yang lalu

“Adik-adik, sebulan sudah ibu dipanggil Allooh, dipagi seperti ini. Jangan putus doa kita, menjaga nasihat ibu, melanjutkan amal baik ibu dan mewujudkan harapab ibu tentang kita. Semoga”

Penggalan SMS diatas kuterima tadi pagi dari kakak-1 ku (Dr. Agus), setelah sebelumnya saya mengirimkan pesan pendek kepada kakak-kakakku "Kakak-kakakku, saat ini, satu bulan yg lalu. Tadi pagi istriqu masih di izinkan oleh NYA membimbing Ibunda menjalankan Shalat Subuh terakhir Beliau" kepada Istriqu pun aku mengirimkan sms senada.

Satu bulan yang lalu, hari senin pagi Ibunda dijemput Malaikat Izroil, untuk menghadap sang Khalik yang memiliki alam ini. Saat-saat terakhir ibunda menghembuskan nafasnya, saya tidak sedang di sampingnya....

hari ahad malam, setelah mengantarkan kakak ke 4, di bandara Adi Sucipto, (baca: http://www.sulistia.com/2009/05/13/selamat-jalan-bunda/) saya memiliki kewajiban mengantar mbak Cutri dan dek Ata ke Wonosari city. malam Senin saya nginap di Rumah Ponjong dan pagi harinya, setelah sholat subuh saya baru meluncur kembali ke JOGJA, untuk kembali merawat dan mendampingi Ibunda. namun Allah memberikan ketetapan yang lain. Ibunda diperkenankan dipanggil ke hadapannya, tepat sepuluh menit sebelum saya sampai di rumah kakak pertama, tempat ibunda menghembuskan nafas terakhirnya.

Cobaan yang diberikan oleh Allah kepada Ibunda melalui sakit yang dideritanya beberapa balan menjadikan ujian kesabaran keluarga besar kami. karena sejatinya yang diuji oleh Allah bukan Ibunda semata, melainkan yang benar-benar diuji oleh Nya adalah kami, anak-2 beliau. menguji kesabaran, keikhlasan dan ketegaran kami dalam merawat dan menjaga Ibunda.

Terimakasih untuk paklek, bulek, pakde, bude --terutama dan utama kepada lek jariyah, atas keihlasannya "mokoki" menunggu Ibunda selama satu bulan penuh di Rumahsakit sebelum saya tiba di Jogja, terimakasih kepada lek Umi, Lek Dal, Lek Bani disela sela kesibukan ngajarnya, masih menyempatkan ngelaju PONJONG-JOGJA untuk menunggu ibunda di malam hari dan mruput kembali ke pONjong UNTUK menjalankan tugas selepas sholat subuh-- yang dengan kesabaran dan keikhlasannya turut membantu dalam upaya kesembuhan ibunda. Kesabaran memberikan suport dan semangat kepada ibunda untuk tetap sabar menghadapi ujian ini.

Terimakasi UntuK semua, kawan, handai taulan, kerabat, tetangga dan orang yang secara tulus ikhlas mendo'akan ibunda. semoga semua yang dicurahkan memperoleh balasan yang setimpal dari ALLAH SWT. KAMI YAKIN ADA HIKMAH DARI SETIAP KETETAPAN-NYA

Selamat jalan Ibunda, do'a kami selalu menyertaimu.




1 komentar:

Anonim mengatakan...

COK IDIOT ISLAM TOLOL