Jumat, 29 Mei 2009

27 *dua puluh tujuh* TAHUN KINI

Hari ini, 27 tahun yg lalu, anak ke 6 dari pasangan keluarga besar Anas Ngabid (alm) dan Sarilah (alm), terlahir di bumi ini. Dimulai dgn tangisan lantang nya sebagai sebuah protes akan penatnya bumi yg ada ini.

Kali ini, terlahir lagi anak laki2 untuk yg ke enam kalinya. Genap sudah satu tim bola voly tanpa pemain cadangan dalam keluarga besar ini. Pak Anas dan Bu Sarilah bersepakat menemukan nama yg sungguh indah untuk si jabang bayi terakhirnya. Nama adalah do'a. Dan nama yg diberikan pun merupakan do'a Pak Anas dan Bu Sarilah untuk anaknya. *MUHIBBUDDIN DANAN JAYA* Nama yg cukup panjang -22 karakter termasuk spasi didalamnya- untuk ukuran daerah anak itu lahir. Sumber Kidul, Ponjong, Ponjong, Gunungkidul.

Secara harfiah, jika nama anak itu diartikan: anak yg cinta terhadap agama nya, serta memiliki semangat seperti Janoko.

Dalam usia belum genap 13 tahun, ayah si anak dipanggil oleh-NYA, dgn perantara kecelakaan lalulintas. Ibu sarilah dgn semangat kerja kerasnya, membesarkan dan mendidik ke enam anak laki2nya, ditempa untuk menjadi laki2 tangguh, untuk kesemuanya tanpa kecuali. Sebagai singgel parent, Bu Sarilah menjadi Perempuan tangguh, selalu penuh semangat dan pantang menyerah.

Berkat jasa dan kerja keras yang disertai do'a dalam malam-malam tahajudnya, bu Sarilah berhasil mengentaskan ke 6 anaknya menuju podium wisuda. Kebanggaan tersendiri bagi bu Sarilah bisa menyaksikan kesuksesan anaknya satu persatu dalam menyelesaikan study. Bahkan ada yg sudah menempuh pendidikan S2 dan Doktoral.

Puncak kelegaan bu Sarilah terpancar dari wajahnya setelah menikahkan anak terakhirnya. Beliau telah berhasil mendampingi ke enam anaknya dalam wisuda dan pernikahan.

Garis umur yg diberikan 4JJI pada bu Sarilah sampai usia ke 63 -seperti usia ROSULULLOH saat dipanggil menghadap-NYA-, tepat tgl 13 April 2009 meninggalkan ke 12 anak dan menantunya beserta 8 cucu yg selalu dicintainya. Dan kini, hari ini si anak terakhir sudah berusia 27 tahun saat ibunya tercinta sudah tiada.

Dengan segenap tempaan dan dinamika kehidupan, si anak mencoba untuk melanjutkan cita2 ke dua orangtua tercintanya dan berusaha untuk selalu bisa memberikan manfaat bagi orang lain yg ada di sekitarnya.

Semoga hidup ini akan selalu bermakna.

2 komentar:

muttaQin mengatakan...

Selamat Milad ke 27. semoga makin berkah dan bermanfaat buat kemanusiaan dan peradaban.

Salam dari Brisbane

Anonim mengatakan...

hmm, photonya dik Naufal bagus euy. lagi scratching ya?