Rabu, 29 April 2009

OH... BUMI

JOGJA GERAH, JOGJA PANAS. Itu yang kurasa beberapa minggu yang saya rasakan saat Mudik ke JOGJA. dari dulu JOGJA memang panas, tapi kali ini JOGJA lebih panas, lebih Sangar, lebih Over Suhunya. "JOGJA GERAH"

tanggal 22 kemaren kita sebagai insal pecinta lingkungan dan manusia yang menduduki dan menapakkan kaki di tanah ini memperinmgati hari bumi. dengan berbagai macam versi dan cara orang mengekspresikan kecintaan mereka terhadap bumi ini. Karena kalo tidak di rawat dan dijaga, kehancuran yang lebih parah pasti dan pasti menanti. Pun pernah ada ungkapan bahwa tiga bumi tidak akan cukup untuk melayani pola hidup boros dan konsumtif manusia di bumu ini.

Paradoks terjadi di lain sisi, banyak manusia di bumi masih juga menerapkan pola hidup bors, konsimtif dan cenderung distruktif. Jika pola hidup diatas masih saja dibiasakan manusia dalam menjalani hidup, jangan heran jika umur Bumi ini tidak lama lagi akan menemui masa penghabisannya.

Kita bisa berbuat sebelum terlambat. salah satu program yang spektakuler -jika serius dijalankan- maka bumi ini kedepan akan lebih asri lagi. ONE MAN ONE TREE. ini Minimalnya, bahkan akan lebih baik lagi ONE FAMILY TEN TREE ato lebih banyak lagi. Semakin banyak semakin bagus, karena jika tanaman itu tumbuh subur yang siuntungkan kpasti kita dan anak cucu, dengan kualitas hidup yang lebih baik, --harapannya.

Sudahkah menanam Pohon Anda?


Jumat, 24 April 2009

Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini...

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."  (QS. Al Mu'min: 60)

Itulah penggalan materi khutbah Jum'at di MAsjid gede Kauman JOGJA oleh pak Mukhlas Abror.

Kita sebagai manusia yang beriman juga dianjurkan untuk mengingat ALLAH saat kita lapang, maka ALLAH pun akan mengingat kita pada saat kita dalam kesusahan.

Sudahkan kita Ber Syukur hari Ini Kawan.....

Semoga keselamatan selalu berlimpah kepada kita.

Minggu, 19 April 2009

DIA TELAH PERGI






























"Yang datang pasti akan pergi.


Yang terlah
ir pasti akan mengalami nya.

nanti, Lusa, Besok, atau entah kapan giliran kita menjalaninya.

dan yang pasti jika sudah datang saatnya tiada sesuatu yang dapat menolaknya".

Saat itu Pagi terlihat cerah. Dua jam Setelah Ibunda menjalankan sholat subuh dengan didampingi dek Arin (Istriqu tercinta dan satu-2 nya), Tanggal 13 April 2009 ,tepatnya jam 06.40 WIB Ibunda Sarilah dipanggil sang Maha Pencipta, Maha memiliki, Maha Menguasai alam dan kehidupan ini, di kampung Tegalcatak, UH IV 664a,Umbul Harjo, Jogja. dan dimakamkan jam 13.15 WIB di dusun Sumber Kidul, Ponjong, Ponjong, Gunungkidul, DIY. Ibunda meninggalkan ke 12 anaknya (6 anak laki2 dan 6 Menantu) beserta 8 cucunya. Setelah kami sekeluarga melakukan Ikhtiar secara optimal untuk menyembuhkan penyakit yang diderita Ibunda selama 5 bulan lebih, ALLAH memberikan ketentuan terbaiknya. Dan kami yakin pasti ada hikmah dibalik semua yang telah kami lalui dan jalani.

Selamat jalan Bunda.....
engkau menyusul ayahanda yang telah mendahului kami 15 tahun yang lalu. Semoga ALLAH memberikan tempat yang layak bagi Ibunda dan Ayahanda di sisiNYA dan memperoleh Jannah Nya.

Kini giliran kami, generasi penerusmu untuk menerusan segala cita, asa dan perjuangan mu. Kewajiban kami untuk bisa selalu menyambung silaturahmi dan persahabatan dengan kerabat, kawan dan handaitulanmu.

Dan suatu saat nanti KAMI pun akan segera menyusul mu menghadap sang Khalik untuk kehiduan akhirat yang abadi.


Maafkan segala kesalahan anak mu Bunda, Ayahanda....
Semoga engkau Khusnul Khotimah, diampuni segala dosa dan diterima segala amal oleh Nya dan kami dapat meneladani serta mewarisi kearifan yang engkau miliki.


Sumber Kidul, kampung yang penuh kenangan bersamamu, (Bapak H. Anas Ngabid dan Ibu Hj. Sarilah) dalam mendidik dan membesarkanku