Rabu, 21 Januari 2009

GUNUNGKIDUL (Paradise on South Montain)

Kawan, jika mengdengar kata Gunungkidul (Beberapa media yang saya baca, banyak yang menuliskannya secara terpisah: Gunung Kidul, tapi saya lebih suka menulisknnya tersambung, karena kaidah yang saya yakini, itu yang benar ). Apa yang terbesit di pikiran anda....?

Sebagian besar orang yang ketemu dengan saya -dan orang itu sama sekali belum pernah menjajakkan kaki di Gunungkidul paradise- jawaban yang dilontarkan cenderung menganggap miring daerah kelahiranku. “Gunungkidul daerah gersang, Gunungkidul Kekeringan, Gunungkidul miskin, Gunungkidul....., Gunungkidul..... dan Gunungkidul....” saya mahfum dan maklum mengapa orang memberikan penilaian terhadap gunungkidul seperti itu. Hal ini tidak terlepas dari peran media massa yang memunculkan berita Gunungkidul yang dilihat dari sisi minus-nya.

Itu dulu... cerita Gunungkidul yang kering, gersang, kelaparang, miskin.... dan saat ini Gunungkidul sudah berbeda, memiliki kemauan untu bangun dan bangkit dari keterpurukan sejarah. Seiring pengembangan hutan rakyat dikawasan tandus dan gersang, saat ini Gunungkidul sudah lebih asri dan “ijo royo-royo”. Kesadaran dan kearifan masyarakat akan pentingnya upaya konservasi sudah mulai dirasa manfaatnya. Alam terasa lebih bersahabat dan yang pasti tingkat ekonomi masyarakat terangkat dari penjualan kayu rakyat.

Di sisi lain, pesisir Gunungkidul menyimpan keelokan alam yang menawan. Sepanjang pesisir pantai dari ujung barat Pantai **** sampai ujung timur pantai sadeng. Pesona alam ini terasa tak ada habisnya untuk dinikmati. Di ujung timur Gunungkidul, kecamatan Rongkop kita juga bisa melakukan penelusuran sejarah sungai bengawan solo purba. Andapun bisa mengunjungi www.pesonagunungkidul.com untuk melihat sekilas keelokan alam nya.


“Jika ingin hidup berkelanjutan, jangan pernah melupakan alam.....”

Tidak ada komentar: