Selasa, 27 Januari 2009

ANTRIAN LAGI, MEMINTA-MINTA LAGI, REBUTAN LAGI “Problem Kemanusiaan di Bangsa Tercinta”

Belum hilang dari memori kesadaran kita kejadian pembagian zakat di Situbondo Jawa Timur pada akhir bulan Ramadhan 1429 H yang lalu yang memakan korban jiwa yang tidak sedikit dan ironosnya korban mayoritas wanita dan sudah berumur.

Sebelum kejadian insiden pembagian zakat di Situbondo Jawa Timur sebenarnya di negara kita sudah terkenal dengan bangsa “ANTRI”. Antri Minyak, antri sembako, antri BBM dan sederetan antrian lainnya dan sebagai peserta antrian didominasi kaum muztadafin.
Jika kita amati, kejadian antri sebagian besar dipicu oleh kemiskinan. Saat ada kesempatan memperoleh sesuatu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, lebih-lebih dengan harga yang murah bahkan “gratisan” hehehe.....
Berita pagi ini cukup mencengangkan. Temanya tentang antrian lagi. Seorang warga keturunan Tionghoa bertepatan dengan tahun baru Imlek membagikan uang angpao kepada warga di sekitarnya. Tak ayal, terjadi antrian dan aksi desak-desakan warga karena ketakutan tidak mendapatkan bagian uang angpau. Kejadian pembagian uang angpau tidak hanya terjadi di satu tempat. Dalam satu pemberitaan dilaporkan setidaknya terjadi di dua tempat, di Sulawesi Barat dan Jombang Jawa Timur. Aksi desak-desakan mengakibatkan beberapa anak terjatuh dan terinjak-injak oleh teman-temannya.
Budaya Antri memang bagus, dan akan lebih terasa indah jika dibarengi dengan etika dan kearifan antar sesama.

Semoga Bangsa kita segera bisa kelur dari pusaran permasalahan Kemanusiaan


Tidak ada komentar: