Senin, 19 Oktober 2009

Wisata Ketep Pass


Jika anda ingin menyaksikan keagungan kuasa NYA dan indahnya ciptan-NYA anda tidak akan salah jika berjunjung ke lokasi ini. menyaksikan kemegahan Gunung Merapi dengan landscape yang menawan. Perjalanan dari Jogja hanya 60 menit menuju arah magelang. Sampai pertigaan Pabrik Tertas mBlabak kita ambil ke arah kanan menuju kaki merapi Merbabu.

Di sela sela istirahat menikmati keindahan Gunung merapi dan indahnya susunan pemukiman masyarakat lereng Pegunungan Merapi-Merbabu, pun kita bisa menikmati hangatnya jagung rebus maupun jagung Bakar. Untuk lebih tau sejarah terbentuknya gunug Merapi, pengunjung dapat menyaksikan tayangan film berdurasi 15 an menit didalam KETEP VOLCANO TEATER. Soo... selain mmperoleh hiburan, kitapun akan mendapatkan tambahan pengetahuan alias tambah Pinter ;-)

Saat perjalanan pulang penjaja Strawbery "organik" akan berjajar menawarkan dagangannya disekitar objek wisata Ketep. Pembeli juga diperkenankan memetik sendiri di perkenankan jika bertepatan dengan saat panen. Have a nice Trip.... have a nice Adventure


"View Gunung Merapi saat Cerah"

"Didepan KETEP VOLCANO TEATER Dengan Kekasih"

"Serasa di Eropa saat Summer #1 saat Bulan madu ke 5 :-)"

"Serasa di Eropa saat Summer #2 Istri & Kakak"

"Di depan Gunung Merapi #1 Bersama Istri"

"Di depan Gunung Merapi #2 kakaku dan ade'nya"

"Puncak Merapi by: my SE G 502+Binokuler"

"Pemukiman Masyarakat lereng Merapi by: my SE G 502+Binokuler"

"Keindahan View Merapi"


"sumber foto: http://www.flickr.com/photos/danansaja/"

"TOLONG....!!!???" Membangun Kepekaan diri Untuk Berbagi



Menyaksikan tayangan-tayangan hiburan yang sering muncul di Televisi sebagian besar kurang mendidik -menurut saya-, karena dalam penayanganya lebih menekankan pola hidup hedonis dan glamor. Life style, kongkow-kongkow, pamer kekayaan, iri, dengki, dendam yang tidak berkesudahan, dan tayangan yang menekankan pola hidup kurang sehat. Namun tayangan yang saya saksikan di televisi sore ini serta sore sore sebelumnya terasa beda. Tayangan yang ini setidaknya bisa menggugah sisi sisi terindah dalam kehidupan manusia. Kemauan untuk saling berbagi, ber empati terhadap orang lain maupun kemauan untuk menebarkan kebajikan pada sesama.

Saat ada orang lain kesusahan, kita yang memiliki kelebihan diharapkan tergugah untuk segera memberikan sebagian kelebihan rezeki yang kita miliki untuk turut serta meringankan beban saudara yang memerlukan. Dan sudah selayaknya kita melakukan itu, karena dalam setiap harta yang dimanahkan Allah kepada kita, makan didalamnya terdapat hak orang lain, yang fakir maupun miskin. Dalam tayangan yang kusaksikan sore tadi dan sore sore yang lain, hampir semua orang yang memiliki empati tinggi adalah orang yang memiliki kondisi ekonomi sama, atau hampir sama susahnya dengan yang meminta tolong.

saya mengamati -terlepas tayangan itu benar-benar alami atau sudah bagian dari rekayasa media untuk mendapatkan hati dari para pemirsa- orang yang hidupnya pas-passan, bahkan dalam kesehariannya penuh dengan kesusahan, cenderung memiliki rasa empati dan kepedulian yang lebih besar terhadap orang yang kesusahan dibandingkan dengan orang yang selalu bergelimang dengan kekayaan. Orang yang kesehariannya susah, akan merasa tidak nyaman jika melihat orang lain lebih susah darinya, maka ia akan berusaha dengan sekuat tenaga, bahkan dengan segala kemampuannya secara tulus ikhlas menolong orang yang lebih susah itu.

Semoga kita bisa terus melatih kepekaan jiwa kita untuk selalu bisa berbagi dengan sesama dan selalu berusaha untuk ikhlas menjalani semuanya.

“Ikhlas bukan hanya sekedar ucapan, namun harus bisa realisasikan dengan perbuatan nyata hanya untuk memproleh ridho dari-NYA. Latih kepekaan diri untuk selalu berbagi”


"sumber gambar: http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/10/hands.jpg"




Minggu, 11 Oktober 2009

KEMBALI MENJADI PELAKU 'LDL' LAGI

Sore itu, ba'da ASAR ku berkemas tuk berangkat ke pulau seberang lagi. Liburan 3 minggu adalah waktu yang lumayan panjang bagi teman teman yg menjalankan aktifitas tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, intensitas bertemu dengan keluarga sangat sering, transportasi mudah dan yang utama harga ticket terjangkau (sesuai dgn vacasi yg dia peroleh). Namun akan menjadi cerita berbeda jika hal ini dialami oleh teman teman seperjuanganku. Perjalan yang saya tempuh dari kampung halaman menuju pulau seberang memakan waktu satu minggu jika ditempuh dgn berlayar. Akan lebih cepat dgn perjalanan udara (total waktu penerbangan+transit tidak kurang dari 12 jam) dgn konsekwensi biaya penerbangan lebih mahal. Tabungan dari vacasi perbulan langsung terkuras untuk pulang setahun sekali. Bagi teman yang mengalami hal seperti yg saya alami, bisa pulang hanya setahun sekali-itupun dgn menguras tabungan- pasti akan memiliki penilaian yg serupa dgn saya. Bahwa liburan dalam waktu 3 minggu merupakan liburan sebentar.
Disini saya bukannya ingin berkeluh kesah, namun berusaha mengambil hikmah dari peristiwa yg saya dan teman2 alami.

- Wahana silaturahmi: Berpisah, hidup berjauhan dari keluarga yang selama ini selalu dan senantiasa mendampingi pertumbuhan kita merupakan hal berat. Soo.. Saat liburan merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan menumpahkan kerinduan dgn keluarga tercinta.
- Melatih kepekaan dan rasa syukur. Saat dipertemukan setelah lama berpisah, kita dapat merasakan nikmatnya pertemuan dan dahsyatnya persaudaraan. Keberadaan saudara di kampung halaman yg selalu merindukan dan menantikan kehadiran kita, merupakan motivasi yg sangat kuat untuk kita bisa bertemu kembali. Saya bisa lebih memaknai indahnya memiliki saudara saat kita pernah mengalami perpisahan.
- Menjadi manusia lebih mandiri: Hidup ditempat asing jauh dari saudara, kita dituntut untuk lebih mandiri dan memiliki jiwa figh yg handal.
- Melatih kepekaan untuk berbagi. Bersama dgn orang lain, kita harus bisa menempatkan diri dan mau selalu berbagi. Saya yakin, jika kita ingin ditolong orang saat memerlukan pertolongan, maka harus mau menolong orang lain juga. Seperti halnya jika kita ingin dihormati oranglain, kita juga harus mau dan bisa menghormati orang lain.
- memupuk kemampuan kerjasama: sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari keberadaan manusia lain. Keberadaan antar manusia untuk saling melengkapi. Harus bisa membangun jaringan dan selalu bekerjasama. Pekerjaan ditangani bersama akan lebih ringan daripada dijalani sendirian.

Sedikit hikmah berjauhan dari keluarga yg dicintai (LDL) ini, semoga menjadi spirit kita untuk terus maju dan menjadi Insan Utama. Amin...

Cinta adalah anugrah.
Syukuri apa yg telah Allah berikan kepada kita.


Write by SE G502 'danansaja'

Minggu, 27 September 2009

LONG FLIHT'S -MUDIK-


Dahulu, ketika harga ticket pesawat masih muahal, Bagi sebagian orang terbang merupakan pengalaman yang langka, bahkan hanya sebatas bisa menjadi angan. Dan sekarang dengan menjamurnya maskapai penerbangan, monopoli harga ticket hampir tidak terjadi lagi dan harga ticket pesawat mulai bersaing. Maskapai-maskapia penerbangan bersaing untuk merebut hati konsumen dengan penawaran harga murah serta dilengkapi dengan beberapa service untuk membuat penumpang merasa nyaman saat melakukan penerbangan.

Bagi saya tidak menjadi masalah jika penerbangan hanya dalam waktu 1 sampai 2 jam. Namun akan menjadi perjalanan yang melelahkan jika penerbangan lebih dari 3 jam. Pengalaman perbang saya Jogja – Manokwari – Jogja menjadi pengalaman terbang paling lama yang pernah saya tempuh (penerbangan terakhir yang saya tempuh total dengan waktu tunggu di bandara mulai cek inn + Transit di dua bandara tidak kurang dari 12 jam). Dan sampai saat ini saya lebih sering melakukan penerbangan JOGJA – MANOKWARI tansit minimal di dua Bandara. Hal yang paling memelahkan dalam penerbangan ini saat menunggu jadwal terbang di Bandara. Belum lagi jika pesawat mengalami keterlambatan (delay). Huff..... beban badan serasa bertambah.

Namun ada beberapa trik yang bisa saya bagi kepada pembaca untuk menjaga fitalitas tubuh dan menghilangkan kepenatan saat melakukan Long Flight.

- Menjaga Fitalitas tubuh : jangan lupa makan yang cukup saat melakukan penerbangan (jika sedang puasa, jangan lupa makan sahur dengan komposisi seimbang)

- Menggunakan pakaian yang longgar (nyaman) : Supaya bada tidak merasa terbebani dengan pakaian yang terlalu ketat, seyogyanya gunakan pakaina yang longgar dan menyerap keringat.

- Barang bawaan yang dibawa naik ke kabin secukupnya saja. Barang barang yang besar dan berat lebih bijaksana dimasukkan ke dalam Bagasi.

- Usahakan saat melakukan perjalanan tubuh dalam keadaan rileks

- Membawa buku untuk bacaan sebagai bacaat saat melakukan penerbangan, supaya tidak jenuh.

- Membawa obat-obatan yang biasa diperlukan dalam kondisi darurat.

Semoga penerbangan panjang menjadi lebih nyaman dan menyenagkan.

Have a nice Flight...... ;-)


sumber gambar: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:SLVvlr5s6TJxfM:http://www.cheapoair.com/travel/cheap-flights/portals/92/cms/flight/images/main/flight-generic-small.jpg

Jumat, 25 September 2009

Hari Kemenangan itu


Allahuakbar..... Allahuakbar.....
Laa ilaa haillallahuallahuakbar
Allahuakbar walilah hilham

Pekikan Takbir berkumandang membahana sepanjang malam selepas hari ke 29 Ramadhan tahun ini. Do'a yang kupanjatkan kepada NYA "Ya Allah, semoga Kau masih mempertemukan saya, keluarga saya, sahabat saya serta orang orang yang engkau sayangi dengan bulan Ramadhan tahun depan" Hanya kepadamulah kami memohon petunjuk dan meminta pertolongan.

Seluruh umat Islam bersuka cita menyambut kedatangan bulan kemenangan setelah 29 hari memasuki madrasah kehidupan, pembelajaran dan penggemblengan keimanan. Dan hasil dari penggemblengan akan dapat terlihat di hari hari kita menjalankan amanah di bumi ini selepas ramadhan, beberapa satu parameter sederhana, kita dapat masuk dalam kategori lulus jika:
- menjadi lebih sabar
- menjadi lebih tenang
- menjadi lebih rajin ibadahnya
- menjadi lebih care terhadap lingkungan

Sedangkan, jika peserta didik madrasah Ramadhan tidak semakin baik, bahkan semaikin buruk tingkah lakunya, hal ini menjadi alamat jika siswa tersebut belum bisa dinyatakan lulus dalam madrasah Ramadhan yang telah berlalu.

Semoga sidang pembaca yang saya hormati, keluarga besar yang selalu saya sayangi dan keluarga kecil saya yang dengan gegap gempita menyambut kehadiran bulan Mulia satu bulan yang lalu, semoga kita termasuk dalam golongan Peserta didik yang memperoleh Rapotr membanggakan, kualitas ibadah kita semakin meningkat dan menjadi golongan yang beroleh KEMENANGAN

Taqobbalallohuminna wa minkum, kullu amin wa antum bi khair.


"Sumber Gambar: http://sekolahalamarridho.files.wordpress.com/2006/10/lebaran_putri.jpg"


Kamis, 10 September 2009

Hikmah Ramadhan (4): Puasa Tapi Tidak Sholat

“...betapa banyaknya orang berpuasa, namun perolehannya dari puasa itu hanyalah lapar dan dahaga belaka...” [HR. Ahmad dan Ibn Rush]


Ramadhan sudah memasuki bilangan ke 20, dan tinggal 9 hari lagi kesempatan Ramadhan untuk kita jalani. Dari 2/3 perjalanan Ramadhan yang sudah kita jalani harus kita koreksi lagi, apa sudah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah atau belum. Saya masih merasa takut jika puasa yang saya jelani hanya sebatas aktifitas menahan lapar dan dahaga semata dan kita tidak beroleh lain selain itu.

Jika kita mau mencermati, sebenarnya hakikat perintah puasa tersimbolkan tujuan mulia. Bahkan sangat Mulia. Inti pokok dari puasa adalah kita dilatih untuk mampu mengendalikan diri dari perbuatan tercela dan menunda untuk melakukan sesuatu kenikmatan sementara untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Jika kita masih menjalankan puasa namun masih suka marah marah, berkata kotor, menyakiti teman dan perbuatan negatif lainnya, ini “mungkin” sebagai indikator nyata bahwa kita termasuk golongan yang hanya beroleh lapar dan dahaga saja.

Kitapun tidak bisa memungkiri, bahwa umat Islam merasa lebih mudah untuk melakukan pusa dibulan ramadhan dibandingkan untuk menjalankan Sholat 5 waktu secara rutin. Ini dapat saya saksikan di lingkungan termpat ttinggal saya saat ini. Mungkin ini hanya contoh kasus kecil, namun saya yakin ini terjadi di hampir semua daerah. Hipotesis saya mengatakan, mereka (umat Islam yang mau bepuasa tap tidak sholat) menilai Puasa diwajibkan hanya 1 bulan dari total 12 yang ada. Namun kalo sholat diwajibkan sepanjang tahun, sehingga terasa lebih berat menjalankan sholat 5 waktu sehari daripada menjalankan Puasa.

Tapi jika kita melihat urutan rukun Islam, Pertama SYAHADAT, lalu SHOLAT, baru diperintahkan PUASA, setelah itu diwajibkan Menbayar ZAKAT dan yang memiliki harta berlebih diperintahkan untuk HAJI.

SYAHADAT: Orang yang menyatakan diri memeluk agama Islam, diwajibkan untuk bersyahadat, yaitu mengikrarkan bahwa tiada tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah Rasul Allah. Sooo... jika ada yang masih mempercayai benda atau tempat memiliki kekuatan dan mampu mengabulkan dan meminta bantuan dari selain Allah, berati orang itu telah menyekutukan Allah. Secara OTOMATIS Syahadatnya batal. Begitupun yang meyakini ada ROSUL lain setelah Muhammad SAW, dia termasuk orang kafir wal kufur.

SHOLAT: Sholat adalah tiang agama. Kita sebagai seorang muslim juga diwajibkan untuk MENDIRIKAN sholat, sekali lagi MENDIRIKAN, bukan sebatas mengerjakan. Jika kita sudah mendirikan Sholat, berarti amalan, aktifitas dan tingkah laku kita sehari hari akan lebih santun dan tidak berlaku dholim terhadap sesama. (Namun, saya sendiri masih merasa belum bisa mendirikan sholat secara kaffah, dan terkadang masih sebatan melaksanakan). Terlepas kita sudah bisa mendirikan sholat secara tegak apa belum, yang terpenting kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk mendirikannya.

PUASA: Puasa dalam Qur’an dan Hadits disebut dengan kata ash-shiyam atau ash-shaum, secara harfiah memiliki arti menahan diri. Menurut istilah agama Islam, puasa berati menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri dan melakukan segala sesusatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niatan karena Allah Ta’ala. Disini bisa dipahami, jika Yang Halal saja bisa kita tahan saat puasa, diharapkan dalam perilaku sehari hari kita bisa lebih dan mampu menahan dan meninggalkan hal hal yang nyata nyata diharamkan oleh NYA. “Dengan melakukan puasa secara benar, diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan menahan diri sehingga dapat meperkokoh peribadian”.

ZAKAT: Zakat sebagai sarana pensucian harta dan sebagai media untuk menubuhkan kepekaan terhadap realita sosial dan kemauan untuk berbagi.

HAJI: Jika mampu (secara fisik dan Finansial), diwajibkan bagi umat Islam untuk menjalankannya.

Soo... saya melihat dari komponen diatas, orang yang Berpuasa namun tidak Sholat, ditakutkan hanya akan menjadi golongan orang orang yang disebutkan oleh Rasulullah diatas.

Semoga Ramadhan kita semakin bermakna.


sumber foto: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:dbBnZn1TCgdkgM:http://abidzare.files.wordpress.com/2009/07/sholat-yukz1.jpg

Selasa, 08 September 2009

Hikmah Ramadhan (3): Puasa Untuk Apa?

























Apa Kabar ramadhanmu Hari ini Kawan....

Ramadhan sudah meninggalkan kita 17 Hari, hari ini saya teringat obrolan kemaren sore dengan teman sesaat setelah berbuka. Dia mengeluh karena merasa kekenyangan selepas berbuka puasa. Yang saya baca, dia habis “balas dendam” dengan melahap semua minuman da makanan yang ada di hadapannya tanpa memberikan ruang untuk udara didalam lambungnya, –menurut ahli kesehatan, lambung yg ideal terdiri dari 3 unsur, air, udara dan makan- sehingga dia merasakan kondisi yang cukup berat untuk menggerakkan badannya, karena perutnya sudah offer loaded.
Saat Kultum Sebelum Shalat tarwih, pernah seorang Khatib mengatakan bahwa banyak orang yang berpuasa hanya akan memperoleh lapar dan dahaga saja.

“Mengapa....?”
Sebelum menjawab pertanyaan itu, sang khatib menjelaskan terlebih dahulu hakikat kita diperintahkan untuk berpuasa dalam QS Al Baqroh 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Yang diperintahkan (diwajibkan) untuk berpuasa adalah orang orang yang beriman. Yang kedua, orang orang beriman diwajibkan untuk berpuasa supaya bisa mencapai derajat orang orang bertaqwa. Selain Perintah dalam Surat AlB aqoroh 183, puasa juga bertujuan supaya kita bisa merasakan penderitaan orang orang yang kekurangan, tidak bisa makan setiap hari, bahka untuk mencari sesuap nasi sangat kesusahan. Dengan itu, diharapkan kepedulian kita kepada sesama dan terutama kepada kaum muztadafin (red. kekurangan) bisa kita tingkatkan.
Mendasarkan dari penjelasan Khatib diatas, saya mencoba mengambil kesimpulan, teman saya yang kekenyangan saat berbuka belum begitu memahami hakikat orang berpuasa.
Semoga kita bisa memahami hakikat puasa yang kita jalankan lebih dari 17 hari ini dan di sisa Ramadhan ini,Kualitas iman kita bisa semakin meningkat di bulan Ramadhan tahun ini dan termasuk dalam golongan orang orang yang Ber Taqwa.

SumberGambar:http://kabelstudio.files.wordpress.com/2009/07/puasa.jpg

Senin, 31 Agustus 2009

Hikmah Ramadhan (2): IKHLAS

Dikisahkan, perjalanan menuntut ilmu dua orang Pemuda kepada seorang guru kebiksanaan sudah dianggap cukup oleh gurunya. Banyak ilmu yang telah diberikan sang guru kepada kedua murid nya. Ilmu agama, ilmu kearifan hidup maupun kemandirian dan kini sudah saatnya kedua murid mengamalkan ilmu yang diberikan sang guru dan menebar kebaikan untuk sesama. Sebelum kedua murid pergi meninggalkan padepokan, guru berpesan satu nasihat sebagai bekal kehidupan sang murid “ Wahai Murid murid kesayanganku, saat kau melakukan segala sesuatu, lakukanlah secara Ikhlas dan hanya berharap balasan dari Allah SWT. Jangan berharap dari selainNYA”

Kedua murid pun bertebaran dimuka bumi dan memulai merintis usaha untuk menunjang kehidupan menebar kebajikannya. Satu murid memulia usaha menjadi seorang pedagang dan yang satunya menjadi petani. Dalam selang waktu beberapa tahun. Usaha perdagangan si murid pertama berkembang pesat dan menjadi toko yang maju, begitupun usaha pertanian murid kedua sudah banyak membuahkan hasil. Dan dari usaha pertaniannya, bisa memberikan manfaat kepada semua orang yang ada disekitarnya.

Setelah beberapa tahun meninggalkan sang guru, muncul rasa rindu untuk mengunjungi guru dan ingin tahu kondisi terakhir nya. Datanglah si petani mengunjungi guru dengan membawa satu karung hasil pertaniannya. Diterima dengan hangat oleh guru dan istrinya sesaat sampai dirumah. Mereka berbincang untuk melepas kerinduan. Dirasa sudah cukup kunjugannya, si murid berpamitan. Dan kebetulan si murid atang, sang guru baru saja mendapatkan kambing dari seseorang, karena yang dimiliki hanya seekor kambing untuk oleh-2, maka diberikanlah kambing itu kepada si murid petani.

Dalam Perjalanan pulang, bertemulah murid petani dengan murid pedagang. Si Pedagang memulai pembicaraan “ Dari mana saja kau saudaraku, di jalanyang terik ini menarik kambing?”. “saya baru saja silaturahmi ke tempat guru dengan mengantarkan hasil panen musim ini, dan saat pulang saya dibawain kambingini ” ujar murid petani. Timbul pikiran dalam hati pedagang “jika saya bawa sembako ke tempat guru, pasti saya akan diberi sesuatu yang lebih dari kambing....”.

Sore harinya, datanglah si murid pedagang ke rumah gurunya dengan membawa sembako lengkap untuk diberikan kepada guru. Setelah berbincang lama dan dirasa sudah cukup silaturahminya, si murid berpamitan. Karena yang ada dimiliki oleh guru hanya sekarung hasil pertanian pemberian murid petani, maka hasil pertanian yang ada dirumah, seluruhnya dibawakan kepada murid pedagang sebagai oleh oleh. Akhirnya murid pedagang berpamitan dengan perasaan jengkel, karena yang dia peroleh tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.


Bagaimana Berbuat dengan Ikhlas?

Menurut Qurais Sihab, Belajar Ikhlas ibaratnya mengajarkan anak untuk tidak bermain api. Anak harus dikasih pengertian terlebih dahulu tentang bahayanya api dan apa saja resikonya. Anak terlebih dahulu Tahu serta dikasih kesadaran. Berusaha untuk berbuat tanpa terkontaminasi kepentingan duniawi. Iklas bebarti melakukan sesuatu “hanya” untuk Allah dan hanya kepada Allah, tanpa ada sesuatu tujuan dan keinginan yang lain.( Mengharap pujian, mengharap imbalan, mengharapkan sesuatu bukan dari Allah semata....) Ikhlas itu sulit, menurut ulama, karena berusaha untuk membersihkan hati dari niatan niatan samping selain untuk Allah. Namun, jika kita mencoba membersihkan hati, kita bisa melatih diri untuk berbuat Ikhlas.... Insya’Allah

Semoga Allah Selalu membimbing kita untuk menjaga hati ini.

“Jika kita berbuat sesuatu dengan niatan ikhlas dan hanya untuk mencari Rdho Allah, maka Allah akan memberikan rizki pengganti dari arah yang tidak kita perkirakan, namun jika tidak ikhlas, maka yang aka kita peroleh hanya kekecewaan”

Rabu, 26 Agustus 2009

Hikmah Ramadhan (1): Ramadhan "BENAR-BENAR" Bulan Berkah.....



"Ramadhan Muabrrok.... Ramadhan selalu penuh berkah"


Tidak terasa sudah memasuki hari ke 5 dalam Ramadhan Tahun ini. Hingga saat ini, saya sudah banyak memperoleh dan mendengarkan berita gembira dari istri, sahabat, rekan, tetangga serta saudara yang berada jauh di seberang pulau sana. Ada sahabat saya yang diberikan Allah amanah anak laki laki yang lucu saat memasuki bulan Ramadhan -semoga menjadi Anak yang Soleh ya Dek Pendi and dek Rif'ah- ada yang memperoleh takjil berbuka dari tetangga sebelah, ada yang memperoleh rezeki tambahan dari pintu yang sama sekali tidak terduga serta berkah-berkah lain (pasti akan penuh halaman ini jika saya ceritakan semua :-D)

Dan berkah yang paling aku syukuri hingga hari ke 5 ini, saat istriqu memperoleh SMS dari pihak panitia seleksi penerimaan tenaga pegajar di UAD. Berkah itu tidak akan kami peroleh tanpa adanya suport semangat dan Do'a dari keluarga besar saya, kakak-kakak, adek-adek, pakdhe, budhe, paklek, bulek, si Mbah Putri dan yang paling utama berkat kegigihan do'a dari Pa'e Anshori dan Bu'e Nurjanah dalam setiap sepertiga malamnya. Saat memperoleh berita gembira, secara spontan bu'e langsung sujud syukur ditengah tengah kesibukannya mempersiapkan menu berbuka di dapur. Berita diterimanya istrisaya sebagai tenaga pengajar di UAD, bagi saya itu merupakan berita bahagia dan kado terindah di awal Ramadhan tahun ini utuk kedua mertua ku, kedua orangtuaku saat ini, karena sejak awal -saat Istriqu masih menjadi dosen penyerta- yang memiliki harapan besar untuk bisa menjadi tenaga pengajar di UAD adalah kedua Mertuaku. dan saya yakin itu adalah berkah Ramadhan yang diberikan Allah kepada kami sekeluarga (berkanlah kekuatan bagi kami untuk menegmban Amanahmu ya Allah...).

Tahapan Tes yang Penuh Tantangan dan Ujian Kejujuran Diri
Perjalanan tes seleksi lumayan panjang. Ada 4 tahap yang harus dilalui. Untuk persyarat administrasi, setidaknya dan diutamakan pelamar memiliki nilai tes Toefl yang tinggi, namun istriqu baru bisa mencapai nilai dibawah standard. Sempat ada godaan (seperti yang dialami teman-2 pelamar lain), ditawari tes Toefl khusus dengan hasil yang "fantastik". namun hati kecil kami melarang untuk menempuh cara itu. Kami lebih bangga menggunakan hasil murni daripada menggunakan hasil fantstik namun manipulasi. Dan Bismillah, saya dan istri "Nekat" memasukkan berkas lamaran dengan nilai tes Toefl dibawah standard yang merupakan hasil tes Jujur dan Murni :-). Saya berprinsip jika memeng rejeki, Allah akan memberikan jalan kemudahan.

Kurang dari satu minggu setelah memasukkan berkas administratif, keluar pengumuman tahap pertama, dan Alhamdulillah Istriku keluar namanya. Tes tahap ke dua dan ketiga dapat dilalui dengan lancar, meskipun harus mengorbankan waktu untuk menghadiri pernikahan adek di Kebumen. Sedih memang kehilangan moment kebersamaan bersama keluarga, namun pengorbanan itu tidak sia-sia.

Tahap ke-empat merupakan Seleksi wawancara dan merupakan tahap penentuan. Ini merupakan tahap terberat dari proses seleksi yang dilalui Istriqu. pertanyaan tentang Komitmen yang cukup menghantui istriqu. perang batin, perang kepentingan, antara ingin segera menyusulku ke pulau seberang, dan permasalahan lain. Bahkan hal itu membuat komunikasi kami sedikit renggang. Namun itu menjadi pembelajaran bagi kami, bahwa setiap keputusan mengandung konsekwensi dan alhamdulillah komunikasi kita bisa cair kembali.


Harapan Kedepan
Setidaknya, selama setahun menjalani proses menyelesaikan kuliah S2 nya, istriqu memiliki aktifitas yang bermanfaat dan bisa mendermakan ilmunya yang sudah diperoleh. Dan modal pengalaman yang diperoleh saat dijogja, bisa menjadi modal untuk berkarya saat menyusulku ke Pulau Seberang kelak....


"Semoga Berkah Ramadhan yang lain selalu menyertai aktifitas kita. Aminn..."



Jumat, 21 Agustus 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN


Wahai Orang-orang yang beriman, diwajibkan ats kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu juga diwajibkan, agar kamu berbakti [Al Baqarah, (2): 128]

Alhamdulilah, Allah telah mengabulkan do’aku, “Ya Allah, pertemukanlah aku dengan ramadhan ramadhanm yang akan datang joka Kau memprkenankan” Dan nanti sore, beberapa saat sebelum waktu maghrib tiba, kita telah memasuki bulan Ramadhan 1430 H (bulan Qomariyah, perhitungan masuk tanggal baru beberapa saat sebelum memasuki waktu maghrib –saat matahari tenggelam-).
Kita sebagai umat Islam, sangat disayangkan jika tidak bisa mengoptimalkan moment bulan yang penuh berkah, maghfiroh dan dan ampunan ini dengan amalan amalan yang positif dan penuh makna. Setiap amalan ibadah kita, yang ditujukan semata-mata untuk NYA dijanjikan akan dilipat gandakan pahalanya 70 kali lipat. Jika kita hitung secara matematis dan menggunakan ilmu ekonomi, sangat rugi bahkan merugi bagi orang orang yang tidak dapat memanfaatkan moment istimewa ini. Maka banyak umat yang berbondong bondong kemasjid. Masjid mulai rame dengan aktifitas umat, dari sholat tarawih, kultum, tadarus dengan target merampungkan 30 jus, sholat subuh berjama’ah, buka bersama dan di 10 hari terakhir sebagian umat menyempatkan waktunya untuk beriktikaf. Saat Ramadhan Semakin Meriah.

Godaan Dan Kekuatan Iman
Fenomena yang sering muncul di masyarakat bersama dengan aparat keamanan, saat menjelang bulan Ramadhan dan selama bulan Ramadhan banyak dilakukan aksi sweaping dan pensegelan tempat tempat yang “dianggap” sebagai tempat pengganggu ibadah. Cafe, Diskotik, Bar, Prostitusi, pantai Pijat dan tempat tempat yang memperoleh anggapan minor dari sebagian masyarakat. Secara, pelarangan keberadaan termpat tempat terlarang seperti itu seharusnya dilakukan sepanjang waktu, setiap saat. Namun yang terjadi, justru fenomena yang sangat menggelikan, Pelarangan tempat tempat minor tersebut hanya diberlakukan saat bulan ramadhan saja, sedangkan selepas bulan ramadhan, seakan akan mereka legal untuk buka praktek kembali dan menjadi suatu hal yang Halal untuk dinikmati masyarakat lagi. Masyarakat inginnya saat puasa godaan godaan yang ada didepan mata dihilangkan, bahkan disingkirkan sejauh jauhnya supaya pausanya kuat. Padahal sejatinya menjalankan puasa ibaratnya menjalani suatu ujian. Semakin berat tantangan dan cobaan, makan semakin tinggi tingkatan kualitas lulusan yang dihasilkan. Tidak akan optimal hasil yang akan kita peroleh jika menjalani ujian namun yang dipilih soal soal mudah.

Keberhasilan Ramadhan
Istilah yang sering digunakan oleh umat Islam, orang yang berhsil puasanya jika memperoleh lailatul Qodar, yang konon katanya akan turun pada malam malam ganjil di 10 hari terakhir. Maka akan ada sebagian umat yang berlomba lomba mengejar berkah lailatul Qodah di 10 hari terakhir tersebut, utamanya pada malam malam ganjil. Terlepas dari kontroversi yang ada (lailatul qodar memang ada setiap tahun atau hanya sekali saja pada masa Rasulullah), inti keberhasilan Ramadhan umat jika selepas ramadhan, aktifitas dan amaliahnya tidak kendor, bahkan akan lebih utama lebih ditingkatkan lagi selepas bulan ramadhan pergi. Kalo saya boleh mencoba menganalisisa, seseorang tidak akan memeperoleh berkah malam lailatul qodar (jika memang ada) begitu saja, dengan sholat khusuk dan bertafakur pada 10 hari terakhir, namun itu suatu kesatuan proses dari awal bulan ramadhan sampai Bulan Ramadhan berlalu.
Dan yang jadi Catatan utama saya, jika memang kita ingin menjadi umat unggul dari madrasah Ramadhan, harus menjadi orang yang tahan banting dalam segala kondisi. Jangan merusak amal ibadah Ramadhan kita dengan melakukan tindakan anarkis (temporal), melakukan perusakan tempat tempat yang dianggap minor yang ada di lingkungan kita. karena secara harfiah puasa itu menahan diri dari sesuatu (Ash-shaum atau ash-shiyaam)


Semoga Ramadhan kita kali Ini Semakin Bermakna.
Kumaafkan Khilafmu, Kupinta keikhlasan untuk memaafkanku