Selasa, 30 Desember 2008

DENIAS si ANAK PAPUA, "Kisah nyata Penggugah Kesadaran Diri"

Tulisanku ini sebenarnya sudah kugoreskan hampir 2 tahun yang lalu. April 2007, setelah menontol FILM "Denias Senandung di Atas Awan" dan pernah ku posting di Blog-ku yang lain http://dananberjaya.blog.friendster.com/2007/08/kisah-nyata-yang-sangat-inspiratif-anda-tertarik/



THE INSPIRATION

“Janganlah kamu berteriak-teriak sanggup membela agama meskipun harus menyumbangkan nyawa sekalipun. Jiwamu tidak usah kamu tawarkan, kalau Allah menghendakinya, entah dengan jalan sakit atau tidak, tentu akan mati sendiri. Tapi beranikah kamu menawarkan harta bendamu untuk kepentingan agama? Itulah yang lebih diperlukan untuk waktu sekarang ini!”

KH. Ahmad Dahlan
“The Founding Father of Muhammadiyah”



Denias, Senandung Di Atas Awan –SEBUAH KISAH NYATA


“KAUM GELANDANGAN BUKAN TAK SENGAJA DITEMUKAN
TAPI SENGAJA DIBUANG

SELAMA ADA INDIVIDU YANG MAU MEMBANTU
MENGAJAR DAN MEMBERI
SAYA RASA GAK AKAN PERNAH ADA ISTILAH GELANDANGAN

SAYANGNYA....
SAYA TIDAK MELIHAT SATUPUN INDIVIDU SEPERTI ITU
DARI SINI”


Dialog diatas merupakan salahsatu petikan yang berada di film Denias

Denias adalah seorang anak seku pedalaman, yang pernah mengenyam sekolah di dalam suku pedalaman. Sekolahnyapun sangat sederhana, lebih tepat dinamakan sebagai gubug yang berada di tengah padang lapang, yah... sebuah gubug –yang akhirnya roboh terkena gempa sebesar 5,8 Sr yang berpusat di Nabire beberapa tahun yang lalu- dan kurang [untuk menghindari penggunaan kata tidak] layak untuk disebut sebagai sekolah.

Disekolah itulah denias dan teman-temannya mendapatkan semangat dan arti pentingnya pendidikan. Pertamakali Denias diajar oleh pak Guru - Sam Koibur- akantetapi Sam Koibur terpaksa harus meninggalkan anak-anak didiknya jkarena harus pindah tempat mengajar. Tugas mengajar anak-anak diambil oleh Maleo, seorang tentara yang ditugaskan di daerah suku Denias berada. Saat diajar maleo, beberapa siswa tidak mau masuk sekolah, karena mereka menganggap Maleo bukan seorang guru, tetapi seorang tentara. Banyak cobaan yang dialami oleh Maleo, dari sekolahnya roboh sampai dengan perlawanan dari ayah Denias dan Kepala Suku. Adanya perlawanan dari kepala suku karena Maleo mendirikan sekolah, sebagai pengganti sekolah yang roboh di tanah wilayah kekuasaan sukunya Denias.

Bersama dengan Maleo, anak-anak diajarkan jiwa nasionalisme serta diajarkan mengenal INDONESIA melalui Peta. Dari Maleo pula Denias tau jika ada sekolah yang permanen dan lebih bagus dari sekolahnya saat ini. Denias dan teman-teman menginginkan sekali sekolahnya seperti sekolah lain pada umumnya, dimana sekolahnya pake seragam bahkan memiliki beragam fasilitas yang memadai dan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Dan pada akhirnya keinginan anak-anak dapat dipenuhi oleh Maleo, dengan cara mendatangkan seragam sekolah Putih Merah dari luar daerah.

Maleo harus pindah tugas ke daerah lain, dengan terpaksa sekolah tidak ada yang mengajar, hal inilah yang memaksa denias pergi ke Kota, dengan kebulatan tekat untuk terus belajar dan belajar.

Perjalanan ditempuh denias dalam empat hari empat malam.
Denias menuju ke perkampungan tempat tinggal kakanya yang berdekatan dengan kota.

Perjuangan Denias dalam memperjuangkan haknya untuk memperoleh pendidikan tidaklah mulus. Dengan bermodal Peta Indonesia yang dibuat dengan maleo, Denias memberanikan diri mendatangi salah seorang guru –yang akhirnya sebagai sosok yang memperjuangkan Denial dan menghilangkan kesenjangan yang ada didalam sekolah itu- sekolah tersebut. Dan... lagi lagi terbentur pada birokrasi yang terlalu ”njlimet” serta saklek.

Dengan latar belakang yang tidak diketahui oleh pihak selolah dan berstatus sebagai gelandangan, dari pihak yayasan pengelola sekolah banyak yang menyangsikan kemampuan Denial.

Berkat kegigihan dan semangat Denias untuk tetep berjuang keluar dari penindasan hak memperoleh pendidikan, dan advokasi yang dilakukan sang guru, akhirnya Denial Bisa Diterima di sekolah itu.

Ini, Sebuah Film yang sangat menggugah semangat dan inspiratif
Penuh dengan semangat nasionalis, semangat untuk terus belajar dan memperjuangkan hak untuk memperoleh pendidikan, advokasi pendidikan serta mencoba mengungkap sisi lain dunia pendidikan yang ada di negeri ini.

Denias, Gambaran realita kesenjangan Pendidikan yang ada di Negeri Kita -INDONESIA





ENDING CERITA

Semenjak Perpiusahan Itu, Denias dan Maleo belum pernah saling bertemu. Sekarang Denias berada dan sekolah di darwin-Australia. Ia dapat beasiswa dari PT Freepot Indonesia

Sementara itu, sampai film ini dibuat, keberadaan Maleo belum bisa diketahui.
Ia menguap seperti es dibawah terik matahari

Sam Koibur yang kini berusia 38 tahun masih mengabdi di Tanah Papua sebagai seorang pendidik, dan Noel kini bekerja di sebuah kantor di jakarta yang bergerak di bidang Perfilman sebagai pimpinan produksi

Dan Enos sekarang kuliag di salah satu perguruan tinggi di Malang



Denias, Senandung Di Atas Awan

13 April 2007