Selasa, 30 September 2008

RAMADHAN dan KEBERSAMAAN

"Bersaudara itu INDAH"

Keberadaan dalam kesederhanaan, dalam kearifan dan kebersamaan merupakan potensi yang sangat besar dalam memberikan loncatan pengetahuan serta keimanan seseorang.

Alhamdulillah, keluarga besar ANAS NGABID bisa mengakhiri makan sahur terakhir dalam Ramadhan Kali ini di tempat Ibu, tepatnya di Sumber Kidul, Ponjong, Ponjong, Gunungkidul, yang lebih sering "kita" sebut dengan sebutan Lor - X (baca: Lor kali) -karena tempat tinggal kami berada di sebelah utara mata air Sumber Ponjong-

Makan sahur dan buka puasa bersama memang sudah menjadi budaya keluarga besar kami. kami mencoba menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama setiap bulan Ramadhan.
kami, enam bersaudara laki-laki semua saat ini tersebar di tiga pulau besar Indonesia. Saya sedan mengemban tugas di Papua Barat, kakak ke 4 (Rahmad budi sulistia -sulistia.com) tugas di palembang dan kakak ke 5 (nurudin jauhari -nurudin.jauhari.net) menggali dan mengais rezeki-Nya di kota Apel Malang. Kakak pertama (Agus Taufiqurrohman) bertugas di Jogja, Kakak ke 2 (Fuad Ihsanudin Nugroho) sebagai pendidik di Karangmojo dan bertempat tinggal di Wonosari, sedangkan kakak ke 3 Sebagai doz-sen di UIN suka.

Merbuka dan menyantap makan sahur dengan menu masakan Ibu' Sarilah yang sangat amat special dan nikmatnya tiada duanya. Kopat Tahu dan Opor Ayam. Pokoke Top MArkotop. Setelah berbuka, kebersamaan akan lebih terasa adanya, kita sholat Isya' dilanjutkan sholat tarawih berjama'ah.

Kebersamaan sangat terasa di Akhir RAMADHAN kali ini.

terimakasih Keluarga Besarku, yang telah mengajarkan akan kearifan hidup dan kebersamaan pada ku :D

Jumat, 19 September 2008

HIKMAH NUZULUL QUR'AN

Dalam bulan RAMADHAN, hari ke 17 merupakan hari bersejarah bagi umat ISLAM, Saat pertama kali ALLAH menurunkan ALQUR'AN melalui perantara malaikat JIBRIL kepada Rasulullah MUHAMMAD.
RASULULLAH merupakan manusia istimewa, yg diberikan keistimewaan oleh ALLAH. MUHAMMAD adalah orang yg buta baca tulis, tapi beliau diberi kemampuan menghafal dan memahami ALQUR'AN secara sempurna. "Setiap bulan RAMADHAN malaikat Jibril selalu turun menemui RASULULLAH untuk mengecek hafalan bacaannya. Bahkan, saat ramadhan terakhir RASULULLAH, malaikat Jìbril menemui RASUL 2 Kali" penjelasan Dr. Yunahar Ilyas di serambi Masjid Gede Kauman.
Ustadz Yun menjelaskan, bahwa Alqur'an Memiliki beberapa keistimewaan:
1. MUDAH Dì HAFAL.
Bahkan anak kecilpu bisa dengan mudah menghafalnya, meskipun belum tentu memahami maknanya.
2. KEINDAHAN BAHASANYA.
Bahasa Alqur'an bisa memuaskan orang yg paling awam sekaligus orang yg intelektual pula.
Bahkan seorang kafir yg tadinya membenci umat islam, setelah mendengarkan ALQUR'AN, bisa luluh hatinya dah akhirnya mengucapkan Syahadat. Sebagaimana kisah Abu dzar, Seorang yg tadinya kejam dari kalangan suku PERAMPOK, akhirnya masuk Islam setelah mendengarkan keindahan bahasa dalam ALQUR'AN.
3. SEJARAH TERANGKUM DIDALAMNYA.
sejarah yg terangkum dalam ALQUR'AN sejak zaman nabi Adam. Dari penggalian ahli sejarah, tidak ada yg membantah keabsahan sejarah yg diungkap di dalam ALQUR'AN.
4. RAMALAN-2 YG TERANGKUM DI DALAMNYA.
Ramalan berang antara Romawi dgn bangsa Arab, saat itu diramalkan 3-9 tahun kedepan akan terjadi peperangan yg akan dimenangkan Bangsa Romawi, dan dimenangkan bangsa Romawi. dan akhirnya terbukti pada tahun ke 7 terjadi peperangan yg dimenangkan bangsa Romawi.
5. DALAMNYA BERISI PETUNJUK BAGI SEKALIAN MANUSIA.
Dalam Alqur'an berisi petunjuk bagi umat manusia seluruh alam, tidak hanya sebatas untuk umat Islam semata.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari ALQUR'AN, dan menjadikannya sebagai petunjuk hidup kita.

>>Bàda sholat tarawih-Masjid Gede Kauman, 21 RAMADHAN 1429 H

Selasa, 16 September 2008

RAMADHAN DAN PENGOPTIMALAN AMAL



Jika kita mau jujur, seberapa besar efex (baca: pengaruh) ramadhan dalam kehidupan sosial dan SPIRITUAL kita. benarkah kegìatan dan aktifitas kita selama RAMADHAN membawa pencerahan dalam kehidupan spiritual dan sosial kita, atau apa yg kita jalani di bulan RAMADHAN ini hanyalah sebatas rutinitas semata yang tidak akan membekas sedikitpun setelah bulan mulian ini berlalu.
Harapan kita -bagi yg menjalaninya- selama satu bulan ini, bisa menjadi media penggemblengan diri dan pembenahan amal, sehingga endingnya kita bisa menjadi golongan manusia yg beroleh kemenangan.
Jangan sampai kita terjebak dalam kondisi "bahwa Islam ada hanya saat bulan RAMADHAN saja". jangan sampai Islam hanya menjadi komoditi, yg menjadi barang dagangan, semata-mata menjadi sarana nencari keuntungan.
Dalam setengah bulan ramadhan berjalan ini, jika ada kekurangan dan ketidak optimalan amal, maka jangan kita siasiakan setengah bulan sisa bulan ramadhan kali ini.
Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNYA yg beruntung dan beroleh Ridho dari YANG MAHA MEMBERI.