Selasa, 30 Desember 2008

DENIAS si ANAK PAPUA, "Kisah nyata Penggugah Kesadaran Diri"

Tulisanku ini sebenarnya sudah kugoreskan hampir 2 tahun yang lalu. April 2007, setelah menontol FILM "Denias Senandung di Atas Awan" dan pernah ku posting di Blog-ku yang lain http://dananberjaya.blog.friendster.com/2007/08/kisah-nyata-yang-sangat-inspiratif-anda-tertarik/



THE INSPIRATION

“Janganlah kamu berteriak-teriak sanggup membela agama meskipun harus menyumbangkan nyawa sekalipun. Jiwamu tidak usah kamu tawarkan, kalau Allah menghendakinya, entah dengan jalan sakit atau tidak, tentu akan mati sendiri. Tapi beranikah kamu menawarkan harta bendamu untuk kepentingan agama? Itulah yang lebih diperlukan untuk waktu sekarang ini!”

KH. Ahmad Dahlan
“The Founding Father of Muhammadiyah”



Denias, Senandung Di Atas Awan –SEBUAH KISAH NYATA


“KAUM GELANDANGAN BUKAN TAK SENGAJA DITEMUKAN
TAPI SENGAJA DIBUANG

SELAMA ADA INDIVIDU YANG MAU MEMBANTU
MENGAJAR DAN MEMBERI
SAYA RASA GAK AKAN PERNAH ADA ISTILAH GELANDANGAN

SAYANGNYA....
SAYA TIDAK MELIHAT SATUPUN INDIVIDU SEPERTI ITU
DARI SINI”


Dialog diatas merupakan salahsatu petikan yang berada di film Denias

Denias adalah seorang anak seku pedalaman, yang pernah mengenyam sekolah di dalam suku pedalaman. Sekolahnyapun sangat sederhana, lebih tepat dinamakan sebagai gubug yang berada di tengah padang lapang, yah... sebuah gubug –yang akhirnya roboh terkena gempa sebesar 5,8 Sr yang berpusat di Nabire beberapa tahun yang lalu- dan kurang [untuk menghindari penggunaan kata tidak] layak untuk disebut sebagai sekolah.

Disekolah itulah denias dan teman-temannya mendapatkan semangat dan arti pentingnya pendidikan. Pertamakali Denias diajar oleh pak Guru - Sam Koibur- akantetapi Sam Koibur terpaksa harus meninggalkan anak-anak didiknya jkarena harus pindah tempat mengajar. Tugas mengajar anak-anak diambil oleh Maleo, seorang tentara yang ditugaskan di daerah suku Denias berada. Saat diajar maleo, beberapa siswa tidak mau masuk sekolah, karena mereka menganggap Maleo bukan seorang guru, tetapi seorang tentara. Banyak cobaan yang dialami oleh Maleo, dari sekolahnya roboh sampai dengan perlawanan dari ayah Denias dan Kepala Suku. Adanya perlawanan dari kepala suku karena Maleo mendirikan sekolah, sebagai pengganti sekolah yang roboh di tanah wilayah kekuasaan sukunya Denias.

Bersama dengan Maleo, anak-anak diajarkan jiwa nasionalisme serta diajarkan mengenal INDONESIA melalui Peta. Dari Maleo pula Denias tau jika ada sekolah yang permanen dan lebih bagus dari sekolahnya saat ini. Denias dan teman-teman menginginkan sekali sekolahnya seperti sekolah lain pada umumnya, dimana sekolahnya pake seragam bahkan memiliki beragam fasilitas yang memadai dan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Dan pada akhirnya keinginan anak-anak dapat dipenuhi oleh Maleo, dengan cara mendatangkan seragam sekolah Putih Merah dari luar daerah.

Maleo harus pindah tugas ke daerah lain, dengan terpaksa sekolah tidak ada yang mengajar, hal inilah yang memaksa denias pergi ke Kota, dengan kebulatan tekat untuk terus belajar dan belajar.

Perjalanan ditempuh denias dalam empat hari empat malam.
Denias menuju ke perkampungan tempat tinggal kakanya yang berdekatan dengan kota.

Perjuangan Denias dalam memperjuangkan haknya untuk memperoleh pendidikan tidaklah mulus. Dengan bermodal Peta Indonesia yang dibuat dengan maleo, Denias memberanikan diri mendatangi salah seorang guru –yang akhirnya sebagai sosok yang memperjuangkan Denial dan menghilangkan kesenjangan yang ada didalam sekolah itu- sekolah tersebut. Dan... lagi lagi terbentur pada birokrasi yang terlalu ”njlimet” serta saklek.

Dengan latar belakang yang tidak diketahui oleh pihak selolah dan berstatus sebagai gelandangan, dari pihak yayasan pengelola sekolah banyak yang menyangsikan kemampuan Denial.

Berkat kegigihan dan semangat Denias untuk tetep berjuang keluar dari penindasan hak memperoleh pendidikan, dan advokasi yang dilakukan sang guru, akhirnya Denial Bisa Diterima di sekolah itu.

Ini, Sebuah Film yang sangat menggugah semangat dan inspiratif
Penuh dengan semangat nasionalis, semangat untuk terus belajar dan memperjuangkan hak untuk memperoleh pendidikan, advokasi pendidikan serta mencoba mengungkap sisi lain dunia pendidikan yang ada di negeri ini.

Denias, Gambaran realita kesenjangan Pendidikan yang ada di Negeri Kita -INDONESIA





ENDING CERITA

Semenjak Perpiusahan Itu, Denias dan Maleo belum pernah saling bertemu. Sekarang Denias berada dan sekolah di darwin-Australia. Ia dapat beasiswa dari PT Freepot Indonesia

Sementara itu, sampai film ini dibuat, keberadaan Maleo belum bisa diketahui.
Ia menguap seperti es dibawah terik matahari

Sam Koibur yang kini berusia 38 tahun masih mengabdi di Tanah Papua sebagai seorang pendidik, dan Noel kini bekerja di sebuah kantor di jakarta yang bergerak di bidang Perfilman sebagai pimpinan produksi

Dan Enos sekarang kuliag di salah satu perguruan tinggi di Malang



Denias, Senandung Di Atas Awan

13 April 2007

Sabtu, 11 Oktober 2008

Neoliberalisme Kena Batunya

Rabu, 8 Oktober 2008 | 01:01 WIB
Oleh Martin Manurung

Kali ini neoliberalisme terpojok. Pemerintah Amerika Serikat menghadapi dilema dalam mengatasi krisis keuangan terberat setelah depresi besar pada tahun 1930-an.

Pilihannya adalah antara membiarkan mekanisme ”pasar bebas” mengoreksi segala kebobrokan finansial yang kian membubung selama 10 tahun atau melakukan intervensi pemerintah untuk mengerem laju percepatan krisis dan mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian negara adidaya itu.

Presiden AS George W Bush mengambil pilihan kedua. ”Kita harus bertindak,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan berbagai televisi internasional. Dengan persetujuan Kongres, Pemerintah AS mengintervensi pasar dengan menggelontorkan dana talangan raksasa, total lebih dari satu triliun dollar AS bila dihitung sejak awal krisis, guna menyelamatkan berbagai perusahaan raksasa di Wall Street.

Pilihan itu merupakan konfirmasi bahwa ideologi neoliberalisme yang selama ini diusung dan dikampanyekan negeri itu kepada dunia ternyata omong kosong. ”Tangan-tangan ajaib” yang katanya menggerakkan ”pasar bebas” harus diikat agar tidak kian menyeret perekonomian negeri itu ke jurang kehancuran.

Neoliberalisme mengampanyekan ”pasar bebas” berdasarkan model pasar persaingan sempurna yang menjadi acuan mazhab teori ekonomi neoklasik. Pada model ini, sejatinya berlaku persyaratan free entry dan free exit’ (bebas masuk dan keluar). Hanya keuntungan, bukan pemerintah, yang dapat menentukan pelaku ekonomi masuk pasar dan menyerap surplus, lalu keluar saat defisit. Proses itu berlangsung begitu rupa sehingga seluruh surplus di pasar terserap dan mencapai keseimbangan pada posisi ”keuntungan normal (normal profit)”. Seharusnya mekanisme pasar bebas bekerja seperti itu, sebagaimana ”pakem” yang diyakini kalangan neoliberal.

Mekanisme pasar

Kekisruhan di Wall Street saat ini dapat dipandang sebagai bagian proses mekanisme pasar. Awalnya, berbagai korporasi diberi insentif untuk membesar dengan membebaskan dari aturan-aturan yang merintangi akumulasi kekayaan. Mereka ”difasilitasi” regulasi yang sengaja dibiarkan longgar sehingga memberi ruang untuk moral hazard melalui penciptaan berbagai produk keuangan yang ”ajaib” dan berisiko tinggi.

Lalu, posisi yang dominan dan ukuran besar membuat mereka mendapat predikat too big to be allowed to fail (terlalu besar untuk dibiarkan gagal). Predikat itu seolah menjadi sabuk pengaman untuk lebih menyerempet bahaya sehingga memperburuk terjadinya moral hazard. Yang lebih parah, selama proses menyerempet bahaya, otoritas pasar finansial, otoritas moneter dan Pemerintah AS menutup mata demi keuntungan politis penguasa.

Dengan demikian, krisis yang kini terjadi adalah konsekuensi alami dari praktik penyerempetan bahaya di Wall Street dan pembiaran Pemerintah AS. Dalam investasi berlaku hukum high risk, high returns atau risiko tinggi membawa tingkat pengembalian –dan kerugian—yang tinggi pula.

Para investor yang menanamkan modal pada instrumen keuangan yang berisiko tinggi, sepatutnya sadar, mereka siap menanggung akibatnya. Mengutip Joseph Stiglitz, pemenang Nobel Ekonomi 2001 di Financial Times (25/7/2008), ”They got what they asked for” (mereka mendapatkan apa yang mereka minta). Kerakusan para pemburu rente berbuah bencana.

Negara pelindung modal

Alih-alih mengikuti mekanisme pasar, Pemerintah AS justru memberi ”napas buatan” melalui dana talangan tanpa banyak persyaratan. Tak ada tenggat pengembalian dan batas maksimum dana yang digelontorkan. Pun tak diatur apa yang harus dilakukan dan bagaimana perusahaan harus mereformasi organisasi dan kebijakannya guna memastikan dana talangan itu dapat dikembalikan ke negara. Hal itu amat kontras bila dibandingkan aneka kondisional yang dianjurkan AS melalui IMF dalam structural adjustment programmes (SAP) kepada negara-negara berkembang.

Konsistensi pada paham ”pasar bebas” menghendaki Pemerintah AS membiarkan swakoreksi (self correcting) pada mekanisme pasar di Wall Street. Tak seharusnya dana publik yang dikelola pemerintah digunakan untuk menyelamatkan korporasi yang mengalami kesulitan akibat perbuatannya sendiri.

Hal itu menegaskan, kembalinya peran pemerintah di AS cenderung sebagai upaya untuk melindungi pemilik modal ketimbang publik. Tesis negara sebagai pelindung modal, sebagaimana pernah dikatakan Karl Marx, menjadi sungguh-sungguh hadir dan nyata dalam krisis AS.

Martin Manurung Penulis Analis Ekonomi-Politik dan Pembangunan; Alumnus School of Development Studies, University of East Anglia, Inggris

Rabu, 01 Oktober 2008

LEBARAN-BERMAAF-MAAFAN

Allahuakbar....
Allahuakbar....
Laailla hailallahu Allahuakbar
Allahuakbar, walillahi alhamd.

Bulan syawal, bulan kemenangan telah kita masuki.
Seluruh umat Islam berbondong-bondong datang ke tanah lapang.
Tua-muda-pria-wanita-besar-kecil tumpah ruah mmenuhi tanah lapang untuk bersama-sama memekikkan takbir kemenangan.

Shalat id usai, kita bermaaf-maafan seraya berjabat tangan "dan Allah akan mengampuni seluruh dosa-dosa antara manusia selama tangan mereka berjabat tangan"
Semoga kita trmasuk golongan orang orang yang beroleh kemenangan tersebut.

Selepas satu bulan kita di bembleng, di tarbiyah, dilatih untuk menahan memakan sesuatu yang halah-sekalipun, pada saat siang hari, harapan kedepannya, kita bisa menahan juga dari godaan-godaan dari memakan "baca:mengambil) sesuatu yang bukan hak kita, yang sudah secara pasti Allah haramkan untuk kita.

Kita, sebagai hamba Allah, memohon maaf maupun memaafkan seseorang atas kita tidak harus pada saat lebaran, dan juga Allah tidak mengkhususkan pada bulan syawal ini sebagai bulan untuk bermaaf-maafan. Kita meminta maaf maupun memaafkan kesalahan yang telah diperbuat dianjurkan setiap saat, setiap waktu, saat kita masih beroleh kesempatan berumur panjang. Jika ajal menjelang, hilang sudah kesempatan untuk ber maaf-maafan. karena Allah pun Maha Pemurah lagi Maha Pemaaf.

Selagi masih ada kesempatan, waktu dan keluangan waktu, ku dengan tulus ikhlas memaafkan segala kesalahan dan khilaf saudara2 ku dan ku pun memohon dengan sangat dan penuh kerendahan hati, saudara-saudaraku berkenan memaafkan segala khilafku yang telah terjadi antara aku dan engkau selama ini.

TAQOBBALLALLOHU MINNA WA MINKUM,
KULLU AAMIN WA ANTUM BI KHAIRI

HAPPY IEDUL FITRI 1429 H


.: S.A.L.A.M D.A.M.A.I P.E.N.U.H C.I.N.T.A ;-)

muhibbuddin DANAN jaya $ nur ARINa hidayati

Selasa, 30 September 2008

RAMADHAN dan KEBERSAMAAN

"Bersaudara itu INDAH"

Keberadaan dalam kesederhanaan, dalam kearifan dan kebersamaan merupakan potensi yang sangat besar dalam memberikan loncatan pengetahuan serta keimanan seseorang.

Alhamdulillah, keluarga besar ANAS NGABID bisa mengakhiri makan sahur terakhir dalam Ramadhan Kali ini di tempat Ibu, tepatnya di Sumber Kidul, Ponjong, Ponjong, Gunungkidul, yang lebih sering "kita" sebut dengan sebutan Lor - X (baca: Lor kali) -karena tempat tinggal kami berada di sebelah utara mata air Sumber Ponjong-

Makan sahur dan buka puasa bersama memang sudah menjadi budaya keluarga besar kami. kami mencoba menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama setiap bulan Ramadhan.
kami, enam bersaudara laki-laki semua saat ini tersebar di tiga pulau besar Indonesia. Saya sedan mengemban tugas di Papua Barat, kakak ke 4 (Rahmad budi sulistia -sulistia.com) tugas di palembang dan kakak ke 5 (nurudin jauhari -nurudin.jauhari.net) menggali dan mengais rezeki-Nya di kota Apel Malang. Kakak pertama (Agus Taufiqurrohman) bertugas di Jogja, Kakak ke 2 (Fuad Ihsanudin Nugroho) sebagai pendidik di Karangmojo dan bertempat tinggal di Wonosari, sedangkan kakak ke 3 Sebagai doz-sen di UIN suka.

Merbuka dan menyantap makan sahur dengan menu masakan Ibu' Sarilah yang sangat amat special dan nikmatnya tiada duanya. Kopat Tahu dan Opor Ayam. Pokoke Top MArkotop. Setelah berbuka, kebersamaan akan lebih terasa adanya, kita sholat Isya' dilanjutkan sholat tarawih berjama'ah.

Kebersamaan sangat terasa di Akhir RAMADHAN kali ini.

terimakasih Keluarga Besarku, yang telah mengajarkan akan kearifan hidup dan kebersamaan pada ku :D

Jumat, 19 September 2008

HIKMAH NUZULUL QUR'AN

Dalam bulan RAMADHAN, hari ke 17 merupakan hari bersejarah bagi umat ISLAM, Saat pertama kali ALLAH menurunkan ALQUR'AN melalui perantara malaikat JIBRIL kepada Rasulullah MUHAMMAD.
RASULULLAH merupakan manusia istimewa, yg diberikan keistimewaan oleh ALLAH. MUHAMMAD adalah orang yg buta baca tulis, tapi beliau diberi kemampuan menghafal dan memahami ALQUR'AN secara sempurna. "Setiap bulan RAMADHAN malaikat Jibril selalu turun menemui RASULULLAH untuk mengecek hafalan bacaannya. Bahkan, saat ramadhan terakhir RASULULLAH, malaikat Jìbril menemui RASUL 2 Kali" penjelasan Dr. Yunahar Ilyas di serambi Masjid Gede Kauman.
Ustadz Yun menjelaskan, bahwa Alqur'an Memiliki beberapa keistimewaan:
1. MUDAH Dì HAFAL.
Bahkan anak kecilpu bisa dengan mudah menghafalnya, meskipun belum tentu memahami maknanya.
2. KEINDAHAN BAHASANYA.
Bahasa Alqur'an bisa memuaskan orang yg paling awam sekaligus orang yg intelektual pula.
Bahkan seorang kafir yg tadinya membenci umat islam, setelah mendengarkan ALQUR'AN, bisa luluh hatinya dah akhirnya mengucapkan Syahadat. Sebagaimana kisah Abu dzar, Seorang yg tadinya kejam dari kalangan suku PERAMPOK, akhirnya masuk Islam setelah mendengarkan keindahan bahasa dalam ALQUR'AN.
3. SEJARAH TERANGKUM DIDALAMNYA.
sejarah yg terangkum dalam ALQUR'AN sejak zaman nabi Adam. Dari penggalian ahli sejarah, tidak ada yg membantah keabsahan sejarah yg diungkap di dalam ALQUR'AN.
4. RAMALAN-2 YG TERANGKUM DI DALAMNYA.
Ramalan berang antara Romawi dgn bangsa Arab, saat itu diramalkan 3-9 tahun kedepan akan terjadi peperangan yg akan dimenangkan Bangsa Romawi, dan dimenangkan bangsa Romawi. dan akhirnya terbukti pada tahun ke 7 terjadi peperangan yg dimenangkan bangsa Romawi.
5. DALAMNYA BERISI PETUNJUK BAGI SEKALIAN MANUSIA.
Dalam Alqur'an berisi petunjuk bagi umat manusia seluruh alam, tidak hanya sebatas untuk umat Islam semata.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari ALQUR'AN, dan menjadikannya sebagai petunjuk hidup kita.

>>Bàda sholat tarawih-Masjid Gede Kauman, 21 RAMADHAN 1429 H

Selasa, 16 September 2008

RAMADHAN DAN PENGOPTIMALAN AMAL



Jika kita mau jujur, seberapa besar efex (baca: pengaruh) ramadhan dalam kehidupan sosial dan SPIRITUAL kita. benarkah kegìatan dan aktifitas kita selama RAMADHAN membawa pencerahan dalam kehidupan spiritual dan sosial kita, atau apa yg kita jalani di bulan RAMADHAN ini hanyalah sebatas rutinitas semata yang tidak akan membekas sedikitpun setelah bulan mulian ini berlalu.
Harapan kita -bagi yg menjalaninya- selama satu bulan ini, bisa menjadi media penggemblengan diri dan pembenahan amal, sehingga endingnya kita bisa menjadi golongan manusia yg beroleh kemenangan.
Jangan sampai kita terjebak dalam kondisi "bahwa Islam ada hanya saat bulan RAMADHAN saja". jangan sampai Islam hanya menjadi komoditi, yg menjadi barang dagangan, semata-mata menjadi sarana nencari keuntungan.
Dalam setengah bulan ramadhan berjalan ini, jika ada kekurangan dan ketidak optimalan amal, maka jangan kita siasiakan setengah bulan sisa bulan ramadhan kali ini.
Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNYA yg beruntung dan beroleh Ridho dari YANG MAHA MEMBERI.

Minggu, 29 Juni 2008

PENGALAMAN BARU-lagi DI PAPUA

Sebelumnya tak pernah ngebayangkan bisa ngelakuin aktifitas ini. di PAPUA lagi hehe...;-)
Melakukan aktifitas yang tergolong mahal dan harus lengkap pula.
Menyelam di kedalaman air laut adalah pengalaman baru yg aku jalani di pulau PAPUA ini.
Dengan perlengkapan selam yang cukup lengkap milik kantor BBTNTC -BalaiBesarTamanNasionalTelukCenderawasih-tempat aku bekerja saat ini, kami teman2 satu kantor hari sabtu (21/6 2008) seminggu yang lalu belajar selam bareng di pantai pasir Putih, sekalian persiapan tim inventarisasi terumbu karang.
Menikmati keindahan terumbu karang di dasar laut merupakan pengalaman baru. Karena keberadaan terumbu karanglah, banyak terdapat ikan2 yg indah disana. Selain sebagai rumah ikan2, terumbu karang juga sebagai penyedia makanan bagi ikan2 itu.
Kawasan Perairan Papua terkenal sebagai segitiga terumbu karang dunia. Soo.., tidak salah jika di sini terkenal dgn keragaman dan keindahan terumbu karangnya.
Keindahan terumbu karang yang dimiliki INDONESIA ini kita syukuri dan sudah selayaknya harus kita jaga. Bagaimana cara menjaganya...? Mudah buanget koq caranya, dgn menjaga kebersihan laut kita.

Mensyukuri kekayaan yang kita punya dgn menjaganya dari ancaman kerusakan dan kepunahan

# >>SAVE SEA AND SAVE YOUR CORAL.

Rabu, 11 Juni 2008

Aktifitas di Kala Senggang

Beragam aktifitas yang akan orang lakukan jika mereka memiliki waktu senggang. Yach, aktifitas baruku di Pupau PAPUA ini Mancing dan Snorkling plus Renang :-)

Bira soal mancing neh..., merupakan salah satu aktifitas yang cenderung membosankan -jika saat mancing tuidak dapat ikan hehehe...) tapi akan menjadi aktifitas yang mengasikkan jika ikannya buanyak yg kena ;-).
pengalaman mancing bersama 8 rekan kantor sungguh pengalaman baru dan lumayan buruk, karena kita setengah hari mancing tidak satu ikan pun kena (Ikannya lagi puasa kale' hehehe...

But, dari kegiatan mancing inid apat diambil pelajaran bahwa hidup harus berSabar dan harus di sertai pemetaan, (mencari lokasi yang banyak di diami ikan -sebagai contoh kalau mancing-) dan harus pantang menyerah.

Soo... keep your life....

Hidup akan bermakna jika kita memahami apa arti dan tujuan hidup kita yang sebenarnya.

kapan-kapan mancing lagi ah.... hehehe....

Kamis, 01 Mei 2008

PERJALANAN PETUALANGAN HIDUP DI TANAH PAPUA -MANOKWARI, PAPUA BARAT


Sebelumnya tidak ada keinginan, -membayangkan pun tidak pernah- untuk menginjakkan kaki di tanah burung cendrawasih ini.
yang ku tahu (berdasarkan sempitnya informasi yang kumiliki) di tanah Papua ini hanya terdapat kampung2,suku2 yang sekelilingnya berupa hutan belantara seakan tanpa ujung serta dipenuhi dengan segala kesederhanaan serta ke-naturalan hidup dibalut dengan kearifan lokal.
Pada akhir tahun 2007 merupakan titik awal kEmantapan hatiku dengan niatan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, -dengan di dorong jiwa petualangqu- akan kujalani petualangan hidup di Tanah Papua.
Saat kemantapan hati sudah bulat,Saya masih blank dengan peta daerah yang akan ku kunjungi. Dengan bermodal sekelumit kemampuanku surfing di dunia maya,ku coba cari tahu daerah yang akan ku kunjungi itu seperti apa? kota MANOKWARI tepatnya, yang sekarang menjadi ibukota Propinsi Papua Barat.
Satu minggu sebelum berangkat ke Manokwari, saya sedikit memperoleh pencerahan gambaran daerah Manokwari. Kami (saya dan beberapa teman yg ditempatkan di Manokwari) sempat bertemu dengan mas NANANG IRAWAN, alumni Kehutanan UGM yang tinggal duluan di Manokwari,di tempat dinas yang sama pula -thanks mas atas banyak informasi yg diberikan sebagai bekal petualangan kami ;-)-
Kata mas Nanang "..adek2 gak usah khawatir, di manokwari sudah menjadi kota yang mulai membangun saat ini. kotanya sudah lumayan ramai lah,-seperti kota Wates, DIY ato Kota Klaten,JATENG lah.... Disana juga sudah ada Mall, baru saja selesai di bangun...." dan beberapa informasi yang memberikan pencerahan bagi kami.
jam 06.00Tanggal 18 April 2008 kami ber 5 (Nofi, Arifin, Kuswantoro, Cahyo dan Saya) berangkat ke Manokwari menggunakan maskapai Merpati Boing 737 200 menuju Makassar... transit di Makassar sekitar 21 jam (sampai makassar jam 8.40 dan jadwal terbang ke Manokwari hari berikutnya jam 03.00). Kami terbang ke Manokwari jadinya jam 06 lebih dari Bandara Hasanuddin menuju Bandara Rendani Manokwari, karena penerbangan ditunda 3 jam karena ada perbaikan landasan pacu bandara.
Penerbangan Makassar - Manokwari memakan waktu 3 jam-an dengan transit di Sorong 30an menit (Makassar-Sorong, 2 jam, Sorong-Manokwari 30 menit)
Alhamdulillah, Jam 10 WIT kami mendarat di Bandara Rendani.
kami di jemput mobil dinas kantor "NISSAN TERANO Z3" yang dikendarai pak Irawan, serta dijemput Mas Cahyo,mas Sumaryono dan satu teman kita yang sudah datang duluan 2 hari yg lalu. Astetika.

BERSAMBUNG..... ;-)

NB:
1. Foto ekspresi anak Pantai Pasir Putih Manokwari dalam bingkai kamera

Selasa, 11 Maret 2008

MENTAL yang BURAM



bicara masalah mentalitas bangsa memang tergolong masih sangat rendah... bagaimana tidak, saat kita gembar gembor melakukan aksi berantas korupsi, eee.... dari pihak aparat yang menangani kasus korupsi justru terlibat kasus itu.


sAAT INI kesadaran masyarakat untuk memelihara aset dan fasilitas umum juga sangar rendah. salahsatunya seperti yang tergambar daklam foto sebelah.


Tangan jail selalu menghantui keasrian lingkungan.

Selasa, 04 Maret 2008

Tragedi Transportasi Indonesia –lagi-


Hari jum’at, 22/2 2008 yang lalu terjadi kebakaran hebat angkutan –faforit- ibukota Bus TransJAKARTA.

Bus berbahan bakar gas (BBG) ini terbakar sekitar pukul 08.30 an, saat lalulintas ibu kota sedang sibuk-sibuknya dan kendaraan saling berdesakan meminta dikasih jalan.

Tapat di daerah tugu tani (Jakarta pusat) bus ini mengalami kebocoran komponen pada bagian das board sehingga mengakibatkan konsleting dan menimbulkan percikan api.

Dari kejadian tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa, karena penumpang sudah sempat diselamatkan sebelum api membesar.

Setelah api berkobar membakar seluruh badan bus, mobil pemadam kebakaran baru datang. Sekitar 30 menit dengan upaya maksimal kru pemadam kebakaran dengan 2 armadanya berhasil menaklukkan si jago merah.

…dan Dunia Transportasi Indonesia Berduka

lagi…..
















































































































































































Senin, 03 Maret 2008

Tepat Satu Bulan Pernikahan Kami


Perjalanan hidup tidak selamanya mulus. terkadang menemui onak dan duri.
demikian halnya dalam pernikahan... tidak selamanya akan melewati jalan yang halus, mulus dan nyaman. Bahkan terkadang kita temui sedikit kerikil-kerikil kecil, dan krikil besar sekalipun.
Namun kita harus optimis. Dengan kebersamaan semua akan dapat dijalani dengan mudah dan indah.
Tatap masa depan dengan optomis dan penuh percaya diri.

Cayo...!!!