Kamis, 01 November 2007

Merbabu – Selo sampai batu Tulis (18-19 Oktober 2007)



Foto Naik Merbabuku yang pertama kali :-)

Ini pendakian ke Merbabru yang kedua kalinya. Dulu, sekitar 4-5 tahun yang lalu saya pernah juga mendaki gunung ini, bersama rombongan teman-teman KSK (Komunitas Seni Kehutanan, dinama saya sempat ikut singgah di sana dengan minat saya di dunia Fotografi). Dulu, saya naik ke merbabu –sempat singgah di puncak gunung dengan ketingginan 3142 mdpl- melalui jalur utara. Gunung yang memiliki dua puncak ini

(yakni puncak Syarif (3119m) dan puncak Kenteng Songo (3142m) memang menawarkan pemandangan eksotik)
yang menunjukkan keagungan-NYA dalam menciptakan alam ini. ”Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. (Q.S Luqman [31] : 10).

Di atas gunung kita bisa melihat aneka pemandangan yang mengagumkan. Kita akan bisa melihat keagungan dan kekuasan-NYA pada saat kita di digunung, dengan penuh keterbatasan yang kita miliki. Pada saat melakukan perjalanan naik gunung kita dapat mengetahui seperti apa sebenarnya karakteristik teman kita, karena pada saat orang dalam kondisi keterbatasan akan muncul watak dan sifat aslinya.

Satu minggu setelah lebaran 1428 H perjalanan naik gunung yang kedua ini ku lakukan. Ber empat (aku, daris, jatu and sofyan) melakukan start perjalanan dari jogja menuju Selo. Perjalanan yang kami tempuh dua jam dengan mengendarai dua sepedamotor shogun sempat diselingi acara bocor ban (pada saat sampai Ketep Pas). Jam 16.00 Kita sampai di base camp. Setelah checking barang bawaan dan mengisi jerigen air yang kita bawa, jam 16.30 perjalanan pendakian gu7nung kita mulai.


Upaya membantu Permadaman Kebakaran Hutan sampai Pencarian jalur yang sempat Hilang.(tersesat maksudnya hehehe....)

Saat saya ambil air, sempat diajak petugas polhut untuk membantu memadamkan api di lereng timur gunung. Kita ber empat sepakat untuk membantu memadamkan api dulu. But saat kita susul sudah tidak menemukan jejak tim pemadam api. Akhirnya kita putuskan untuk mencari jalan untuk menuju jalur pendakian ”resmi”. Sempat kita terjebak, salah pilih jalur, ternyata yang kita ambil hanya jalur petani mencari kayu. Setelah matahari turun ke peraduannya kita putuskan untuk kembali turun lagi untuk menysir jalan. Alhamdulillah kita temukan jalur resminya, tepatnya di bawah POS I. Keterbatasan energi batre yang kita bawa, memaksa harus bergantian menggunakan batre, dengan cara di gilir. Meskipun sudah di gilir di tengah perjalanan kita kehabisan energi juga, kita akhirnya mengandalkan cahaya rembulan (meskipun jam 23-an rembulan sudah menyingsing kebarat) dalam kondisi gelap kita tersesat lagi, salah jalur. Kita mencoba jalan yang ada dan akhirnya menemukan tempat yang ”agak lapang”. Kita sepakati bersama untuk mendirikan tenda di jalan, karena itulah satu-satunya tempay yang memungkinkan. Dengan posisi miring kita beristirahat sampai pagi.

Saat mau melanjutkan perjalanan kita bertemu dengan dua petani pencari rumput. Kita sempat bertanya, ternyata jalur yang kita tempuh jalur salah, jalan untuk turun. Akhirnya kita diantar sampai puncak batu Tulis, persimpangan menuju jalur pendakian resmi.

Sampai puncak batu tulis sekitar jam 07 lebih. Kita sempatkan untuk istirahat dan memasah bekal yang kita bawa. Setelah energi terisi kita melanjutkan perjalanan turun, (karena hari itu hari jum’at, dan kami sepakati kita sholat jum’at di Selo). Perjalanan batu tulis – Base camp kita tempuh dalam waktu kurang dari dua jam. Jam 10 30-an kita sudah sampai base camp lagi. Setelah istirahat di base camp sekitar satu jam, kami turun menuju Selo. Alhamdulillah, kami sampai selo dan Masih bisa Ikut Jama’ah Sholat Jum’ah.

1 komentar:

JatHoe HuTchi mengatakan...

i remember...

sebuah perjalanan konyol pendakian merbabu...
tersesat..oh noo........pake ada acara panjat tebing segala lagi..huufssss........cape de..

ga lagi deh naik gunung bareng kalian..wkwkwkw...bcanda mas...lagian kek nya dh ga bisa naek gunung lagi kie...hwehehehe.....